Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Kawal Harga Telur Rp26.500 per Kg, Peternak Diminta Tak Rugi

📅 Rabu, 10 Jun 2026, 06:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Kawal Harga Telur Rp26.500 per Kg, Peternak Diminta Tak Rugi Doc: Antara
Ket. Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah) menyampaikan keterangan bersama perwakilan peternak ayam petelur di Jakarta, Selasa (9/6)

Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumpulkan perwakilan peternak ayam petelur dari seluruh Indonesia guna membahas upaya untuk menjaga stabilitas harga telur di tingkat produsen.

"Kami ucapkan terima kasih kepada saudara-saudara kita, peternak (ayam) petelur seluruh Indonesia yang hadir menemui kami, meminta kebijakan-kebijakan yang bisa memperbaiki harga telur yang turun," kata Amran di Jakarta, Selasa (9/6).

Ia mengatakan, pemerintah berusaha bergerak cepat untuk mengatasi masalah kelebihan pasokan yang membuat harga telur ayam ras di tingkat peternak turun hingga di bawah tingkat yang menguntungkan bagi peternak.

Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah untuk melindungi peternak dari potensi kerugian akibat kelebihan stok, menjaga keberlanjutan usaha peternakan, serta menstabilkan pasokan dan harga telur.

"Saya bangga dengan peternak petelur seluruh Indonesia mampu memenuhi kebutuhan anak bangsa, surplus bahkan ekspor ke negara lain. Di sisi lain kami sudah mengambil beberapa kebijakan, langkah-langkah agar kita bisa lindungi mereka, jangan sampai merugi," katanya.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah akan mengawal penerapan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur di tingkat peternak sebesar Rp26.500 per kilogram.

Ia juga mengimbau para peternak untuk ikut memantau penerapan harga acuan pembelian telur.

Selain itu, pemerintah melalui Perum Bulog menyalurkan jagung dalam Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai daerah guna menjaga stabilitas harga pakan ternak dan mendukung keberlanjutan usaha peternakan.

Amran telah berkomunikasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati guna mengupayakan peningkatan penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Saya menelepon langsung Ibu Kepala BGN, dan Beliau langsung menyanggupi. Insya Allah jumlahnya, kuantumnya, akan ditingkatkan untuk BGN kita seluruh Indonesia," katanya.

Amran menyampaikan bahwa penyaluran telur untuk Program MBG akan ditingkatkan menjadi tiga kali dalam sepekan.

"Iya, tiga kali seminggu, cepat itu, nanti akan cepat," katanya.

Ketua Pinsar Petelur Nasional Yudianto Yosgiarso mengapresiasi langkah cepat pemerintah untuk membantu keberlangsungan usaha peternak.

Peningkatan penyerapan telur untuk Program MBG, menurut dia, akan sangat membantu peternak dalam mengatasi kelebihan pasokan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

13 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.