Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PT Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular

📅 Senin, 08 Jun 2026, 10:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
PT Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular Doc: ANTARA
Ket. Program pengelolaan sampah berbasis masyarakat Bank Sampah Pesanggrahan, Madiun, Jawa Timur.

JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga menggelar program pengelolaan sampah dan limbah yang berkelanjutan sebagai upaya perusahaan mendorong ekonomi sirkular di Indonesia.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (08/6),mengatakan di tengah tantangan pengelolaan sampah dan limbah yang semakin kompleks, pihaknya menghadirkan berbagai inovasi yang mengubah material sisa menjadi sumber daya bernilai.

Menurut dia, penerapan ekonomi sirkular menjadi salah satu upaya perusahaan dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.

"Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.

Melalui pendekatan ekonomi sirkular, lanjutnya, Pertamina mendorong pengelolaan sampah dan limbah yang tidak hanya berfokus pada pengurangan timbulan, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.

Roberth menambahkan salah satu program tersebut adalah community involvement and development (CID) Pelita atau Pengelolaan Lingkungan Terpadu Borneo, yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan.

Program ini mengolah sampah plastik rumah tangga seperti kemasan saset dan bungkus makanan menjadi produk bernilai guna, seperti roster, paving block, dan lembaran LDPE (LDPE sheet) tanpa melalui proses pembakaran.

Selain itu, program ini juga mendorong pengolahan sampah organik menjadi kompos serta pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun padat, sabun cair, dan lilin.

Inisiatif tersebut tidak hanya membantu mengurangi timbulan sampah dan limbah rumah tangga, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan material yang sebelumnya tidak memiliki nilai.

Di Jawa Timur, melalui Fuel Terminal Madiun, Pertamina mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Bank Sampah Pesanggrahan dan aplikasi digital Sokrosok.

Inovasi ini memudahkan masyarakat dalam proses pengumpulan dan penjemputan sampah anorganik sekaligus meningkatkan transparansi pencatatan administrasi bank sampah melalui sistem digital.

Sampah anorganik yang telah terkumpul juga diolah kembali menjadi berbagai produk bernilai ekonomi melalui kegiatan workshop 3R (reduce, reuse, recycle), seperti plakat, kipas, meja, gantungan kunci, dan sapu plastik.

Program Kampung Iklim (Proklim) Pesanggrahan tercatat mengurangi 16.000 kg sampah organik dan 1.380 kg sampah anorganik.

Program ini juga berkontribusi menekan emisi metana 2.013 kilogram per tahun serta menyerap karbon hingga 13.000 kilogram per tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Xi Jinping Kunjungi Korea U...

Pejabat Nge-gim Saat Jam Kerja Sangat Tidak Pantas

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pejabat Nge-gim Saat Jam Ke...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp73.500/...
Megapolitan
Pemkot Jakarta Timur Perbai...
Nasional
PT Pertamina Patra Niaga Do...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
BMKG: 8 Wilayah di Sulawesi Utara Masih Siaga Tsunami Usai Gempa M7,7

BMKG: 8 Wilayah di Sulawesi Utara Masih Siaga Tsunami Usai Gempa M7,7

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.