Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PMI Kota Tangerang Bagikan Masker ke Pemudik Cegah Penularan Penyakit

📅 Rabu, 18 Mar 2026, 11:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
PMI Kota Tangerang Bagikan Masker ke Pemudik Cegah Penularan Penyakit Doc: ANTARA
Ket. Petugas dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang membagikan masker kepada pemudik di Terminal Poris Plawad, Rabu.

TANGERANG – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang, Banten, membagikan masker kepada pemudik di terminal maupun jalur mudik sebagai upaya menekan penularan penyakit dan menjaga kesehatan selama perjalanan.

Ketua PMI Kota Tangerang, Oman Jumansyah, di Tangerang, Rabu (18/3),mengatakan ada ribuan masker yang siap dibagikan kepada pemudik maupun petugas yang berjaga di lapangan.

"Kegiatan ini sangat sederhana, namun memiliki dampak yang luar biasa dalam menjaga kesehatan pemudik maupun petugas," kata Oman.

Selain masker, PMI Kota Tangerang juga memberikan air mineral kepada pemudik khususnya menjelang waktu berbuka puasa di area terminal maupun bagi pengendara yang melintas.

"Hal ini dilakukan untuk membantu kebutuhan masyarakat jelang buka puasa, sekaligus menjadi bekal perjalanan mudik agar tidak dehidrasi," ujarnya.

Sementara itu, PMI Kota Tangerang menyiapkan 30 personel untuk siaga mudik Lebaran 2026 guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik.

Pengurus PMI Kota Tangerang, M Andi Roce, menambahkan pihaknya juga menyiagakan tiga ambulans, satu mobil jenazah, serta satu motor reaksi cepat untuk memberikan layanan pertolongan pertama selama periode mudik Lebaran.

"Dengan disiagakannya personel serta armada pendukung, kami berharap dapat mendukung perjalanan mudik tahun ini agar berjalan aman, lancar, dan selamat," kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menambahkan penggunaan masker menjadi upaya mencegah penularan kasus campak yang saat ini sedang meningkat.

"Penularan campak tidak hanya terjadi melalui kontak langsung, tetapi juga lewat udara dari percikan batuk dan bersin,” katanya.

Ia mengatakan kasus campak di Kota Tangerang sejak akhir 2025 hingga awal 2026 mengalami tren peningkatan dan masih bersifat fluktuatif setiap minggu dengan jumlah kasus mencapai ratusan setiap bulan.

“Kondisi ini meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan sektor kesehatan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.