Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Program Edukasi di Purworejo Perkuat Budaya Belajar Aktif dan Kreatif

📅 Senin, 08 Jun 2026, 19:25 WIB | Oleh:
Program Edukasi di Purworejo Perkuat Budaya Belajar Aktif dan Kreatif Doc: Mondelēz Indonesia
Ket. Murid-murid SDN Kalikotes, Kecamatan Pituruh. Kabupaten Purworejo menggunakan alat belajar interaktif dalam program Oreo Berbagi Seru. Program edukasi ini melibatkan guru, orang tua, dan komunitas untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan melalui pelatihan serta distribusi alat belajar interaktif bagi ratusan siswa sekolah dasar.

PURWOREJO – Upaya memperkuat kualitas pendidikan dasar melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan terus didorong melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, guru, orang tua, dan komunitas pendidikan. Di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, ratusan siswa sekolah dasar mendapat dukungan alat belajar interaktif dan pelatihan edukasi yang dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif dan bermakna melalui program ”Oreo Berbagi Seru.”

Program yang digelar di Kecamatan Pituruh tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di tujuh provinsi di Indonesia. Di Purworejo, program ini menjangkau 738 siswa sekolah dasar melalui pendistribusian 270 alat belajar yang difokuskan pada penguatan kemampuan literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris dengan metode belajar sambil bermain.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, mengatakan peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya pemerintah.

“Memajukan kualitas pendidikan memang menjadi tugas pemerintah, tetapi pendidikan tidak mungkin berjalan baik tanpa keterlibatan seluruh stakeholder. Semua memiliki tanggung jawab dan peran masing-masing,” ujarnya saat menghadiri kegiatan edukasi di Purworejo, Senin (8/6).

Menurut Yudhie, program tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah melalui program “Purworejo Berseri” yang menitikberatkan pada peningkatan daya saing sumber daya manusia melalui pendidikan. Ia menilai investasi pendidikan sejak usia sekolah dasar menjadi langkah penting dalam menyiapkan generasi produktif menuju Indonesia Emas 2045.

Ia juga mengapresiasi bantuan alat pembelajaran yang dinilai mendukung konsep pembelajaran mendalam dan menyenangkan sesuai karakteristik anak-anak. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang tengah didorong oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sementara itu, perwakilan penyelenggara program, Anggya Kumala, menjelaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang penting bagi masa depan bangsa. Menurutnya, proses belajar yang menyenangkan dapat membantu anak-anak lebih percaya diri untuk bereksplorasi, bertanya, mencoba hal baru, dan mengembangkan potensi diri.

“Pembelajaran yang menyenangkan mampu mendorong anak untuk lebih aktif dan berani mengembangkan kemampuan mereka. Karena itu kami terus menghadirkan berbagai inisiatif yang mendukung proses belajar yang lebih menarik dan bermakna,” katanya melalui keterangan tertulis pada hari Senin (8/6).

Tahun ini, program tersebut menargetkan sekitar 7.000 siswa di tujuh kabupaten yang tersebar di Banten, Jawa Barat, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara. Beberapa wilayah sasaran juga mencakup daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta kawasan marginal.

Selain distribusi alat belajar, kegiatan di Purworejo juga mencakup pelatihan bagi guru, orang tua, dan komunitas pendidikan. Selama periode 4–7 Juni 2026, sebanyak 37 guru, 70 orang tua, dan 29 anggota komunitas mengikuti pelatihan yang berfokus pada pemanfaatan media pembelajaran interaktif dan metode belajar sambil bermain.

Salah seorang guru SDN Kalikotes, Barokah, mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari program tersebut. Menurutnya, penggunaan alat belajar interaktif mampu membuat siswa lebih antusias mengikuti kegiatan di kelas.

“Anak-anak terlihat sangat bersemangat dan menikmati setiap aktivitas pembelajaran. Mereka tidak merasa sedang belajar seperti biasanya, tetapi tetap mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Sinta Surondari, perwakilan orang tua siswa. Ia menilai proses belajar yang menyenangkan memiliki peran penting dalam membangun rasa ingin tahu, kreativitas, dan kemampuan berpikir anak.

“Pelatihan ini membuka wawasan bahwa aktivitas bermain juga dapat menjadi sarana belajar yang efektif. Saya mendapatkan banyak inspirasi yang bisa diterapkan di rumah untuk mendampingi anak belajar,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Angkatan Bersenjata Iran Me...
Luar Negeri
Inggris Segera Larang Anak ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Paviliun Wonderful Indonesia Sabet Best Booth Design di SITF 2026

Paviliun Wonderful Indonesia Sabet Best Booth Design di SITF 2026

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.