Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pangan RI Rawan Disusupi Hama dan Penyakit? Komisi IV: Barantin Harus Diperkuat dalam Revisi UU Pangan

📅 Minggu, 07 Jun 2026, 23:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pangan RI Rawan Disusupi Hama dan Penyakit? Komisi IV: Barantin Harus Diperkuat dalam Revisi UU Pangan Doc: dpr.go.id
Ket. Wakil Ketua Komisi IV, Ahmad Yohan dalam Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI dalam rangka membahas RUU Pangan di Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan, Jumat (5/6)

JAKARTA- Wakil Ketua Komisi IV, Ahmad Yohan menyoroti pentingnya penguatan peran Badan Karantina Indonesia (Barantin) dalam menjaga lalu lintas pangan nasional.

Hal tersebut disampaikan dalam Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI dalam rangka membahas RUU Pangan di Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan, Jumat (5/6).

Politisi Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menilai fungsi Barantin perlu dimaksimalkan dalam menjaga keamanan pangan, terutama dari ancaman masuknya hama, penyakit, maupun virus melalui lalu lintas komoditas pangan.

“Kita mencoba maksimalkan peran Badan Karantina Indonesia untuk menjaga lalu lintas pangan di republik ini agar tidak ada virus yang masuk,” jelasnya.

Ia juga meminta bahan pendalaman dari Barantin untuk melihat secara lebih rinci fungsi dan tugas strategis Barantin yang perlu diperkuat dan disinkronkan dengan kelembagaan pangan lainnya dalam RUU Pangan.

“Kita juga masih meminta kertas kerja dari Badan Karantina Indonesia, kira-kira apa fungsi dan tugasnya yang paling penting untuk menjaga lalu lintas pangan kita ini, agar bisa kita masukkan dan kita sinkronkan dengan lembaga-lembaga yang lain,” ujarnya kepada Parlementaria.

Legislator Dapil Nusa Tenggara Timur (NTT) I tersebut menambahkan, penguatan Barantin tidak hanya berkaitan dengan pengawasan terhadap komoditas pertanian, tetapi juga menyangkut perlindungan pangan yang berasal dari ikan, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Karena itu, peran karantina menjadi penting untuk memastikan sistem pangan nasional lebih aman, sehat, dan berkelanjutan.

Ia menilai, sinkronisasi antar-lembaga menjadi salah satu kunci dalam membangun tata kelola pangan nasional yang lebih kuat. Selain Barantin, Komisi IV juga menerima masukan terkait penguatan peran Badan Pangan Nasional (Bapanas) Perum BULOG, serta lembaga lain yang berkaitan dengan stabilisasi pasokan dan harga pangan.

“Semua masukan yang tadi diberikan oleh mitra, kelompok masyarakat, Gapoktan, dan juga pemerintah daerah kami dengar dengan baik. Nanti akan ditindaklanjuti di rapat-rapat Panja berikutnya,” ujarnya.

Yohan berharap, seluruh masukan yang diterima dalam jaring pendapat di Sulawesi Selatan dapat memperkaya substansi RUU Pangan dengan muatan yang komprehensif dan mampu menjawab tantangan pangan nasional ke depan.

“Mudah-mudahan undang-undang ini bisa komprehensif, menjawab semua harapan, dan bisa memberikan sesuatu yang baik bagi upaya kita memenuhi pangan, bukan hanya beras dan jagung, tapi semua kebutuhan pangan kita secara menyeluruh,” pungkasnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Tuntut Kenaikan Gaji, Puluh...
Luar Negeri
Remaja 19 Tahun AS Ditangka...
Nasional
Kemenhub Perkuat Kompetensi...
Megapolitan
Kasus DBD Jakarta Selatan T...
Luar Negeri
Aksi Jual Pasar Teknologi M...

Wabah Ebola di Kongo Telah Tewaskan 4.381 Jiwa

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola di Kongo Telah ...
Advertisement
Penumpang LRT Sumsel Diimbau Kenakan Masker

Penumpang LRT Sumsel Diimbau Kenakan Masker

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.