Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mewaspadai Potensi Kasus ISPA Seiring Datangnya Musim Kemarau

📅 Minggu, 07 Jun 2026, 23:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mewaspadai Potensi Kasus ISPA Seiring Datangnya Musim Kemarau Doc: Antara
Ket. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong Asep Setia Budiman.

Rejang Lebong - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, meminta warga di daerah itu yang tersebar dalam 15 kecamatan untuk mewaspadai potensi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seiring datangnya musim kemarau.

Kepala Dinkes Rejang Lebong Asep Setia Budiman saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu, mengatakan penyakit ISPA rawan terjadi pada masa transisi cuaca, baik saat memasuki musim kemarau maupun musim hujan.

"Penyakit ISPA ini biasanya selain terjadi saat musim kemarau juga saat memasuki musim hujan. Warga diminta untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS," kata dia.

Dia menjelaskan, dampak perubahan musim dari hujan ke kemarau ini akan langsung berpengaruh pada kondisi kesehatan masyarakat. Beberapa gejala klinis ISPA yang kerap muncul di antaranya sakit tenggorokan, demam, batuk, dan pilek.

Selain ISPA, dia juga mengingatkan adanya potensi ancaman penyakit lain yang biasa merebak saat musim kemarau, seperti diare yang diakibatkan oleh konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi virus, serta penyakit akibat gigitan nyamuk.

"Fenomena ini disebabkan oleh serangan virus, ditambah dengan menurunnya daya tahan tubuh seseorang akibat perubahan cuaca," ujarnya.

Sebagai langkah preventif, Dinkes Rejang Lebong mengimbau masyarakat untuk kembali memperketat pola hidup sehat. Beberapa langkah strategis yang disarankan antara lain rutin mengonsumsi makanan bergizi, meningkatkan asupan vitamin C, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus penyakit pada musim kemarau ini, pihaknya telah menginstruksikan 21 puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan di Rejang Lebong untuk menggencarkan sosialisasi PHBS.

Selain itu, puskesmas juga diminta menggalakkan gerakan kebersihan lingkungan secara masif guna mencegah perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah Dengue (DBD).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Nasional
BMKG Peringatkan Potensi Ge...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.