Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menjaga Dapur Rakyat Tetap Ngebul: Ikhtiar Bulog Jateng Redam Jerit Kenaikan Harga Pangan

📅 Minggu, 07 Jun 2026, 20:20 WIB | Oleh:
Menjaga Dapur Rakyat Tetap Ngebul: Ikhtiar Bulog Jateng Redam Jerit Kenaikan Harga Pangan Doc: ANTARA/HO-Bulog
Ket. Pemimpin Perum Bulog Wilayah Jateng Sri Muniati, saat mengecek ketersediaan dan harga komoditas di pasaran.

SEMARANG - Perum Bulog Wilayah Jawa Tengah mempercepat penyaluran Bantuan Pangan Beras serta akselerasi distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan minyak goreng bersubsidi (Minyakita).

Pemimpin Perum Bulog Wilayah Jateng Sri Muniati, di Semarang, Minggu, menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen untuk mengantisipasi dinamika harga beras dan minyak goreng di sejumlah daerah.

Salah satu langkah utama yang saat ini dijalankan adalah percepatan distribusi bantuan pangan dan optimalisasi penyaluran beras SPHP dan Minyakita ke pasar-pasar rakyat.

"Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog Kanwil Jawa Tengah mencapai 366.846 ton," katanya.

Ia memastikan jumlah tersebut sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh Indonesia.

Sampai dengan 6 Juni 2026, penyaluran bantuan pangan beras telah terealisasi 72,26 persen atau telah disalurkan sebanyak 49.103,58 ton beras dan 9.863.300 liter minyak goreng kepada 2.207.245 PBP dari total target 3.397.673 PBP.

"Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan dapat tersalurkan hingga akhir Juni 2026," katanya.

Percepatan penyaluran bantuan pangan tersebut diyakini akan memberikan dampak langsung terhadap penguatan daya beli masyarakat, sekaligus membantu meredam tekanan harga beras dan minyak goreng di tingkat konsumen.

Selain bantuan pangan, Perum Bulog Kanwil Jateng juga terus mengoptimalkan distribusi beras SPHP hingga mencapai sebanyak 35.149,43 ton dan 6.186.124 liter minyak goreng bersubsidi (Minyakita) ke berbagai saluran distribusi resmi.

Termasuk, pasar SP2KP, Pasar Rakyat, kios pangan, gerai binaan (RPK, SRC, KDKMP), Gerakan Pangan Murah (GPM), dan jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

"Beras SPHP dan Minyakita merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dan minyak goreng dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, penyalurannya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata," katanya.

Ia menilai bahwa kombinasi antara penyaluran bantuan pangan serta distribusi beras SPHP dan Minyakita merupakan langkah efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar.

Dengan ketersediaan stok yang kuat dan jaringan distribusi yang luas, kata dia, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kecukupan pasokan beras dan minyak goreng nasional.

Bulog juga memastikan seluruh cadangan beras pemerintah yang dikelola saat ini berada dalam kondisi aman dan siap digunakan sewaktu-waktu untuk mendukung kebijakan stabilisasi pangan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Gubernur DKI Resmikan Gedun...
Olahraga
Polri Perkuat Pembinaan Gen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.