Jelang Pembukaan untuk Masyarakat, Observatorium Bosscha Benahi Infrastruktur
📅 Minggu, 07 Jun 2026, 21:45 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Pengelola Observatorium Bosscha di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tengah mempersiapkan pembukaan kembali program kunjungan bagi masyarakat umum. Ini dengan melengkapi infrastruktur penunjang dan kesiapan sumber daya manusia.
Peneliti Observatorium Bosscha, Yatny Yulianty, mengatakan saat ini observatorium yang dikelola Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut belum menerima kunjungan umum. Karena masih menjalani sejumlah tahapan persiapan.
"Saat ini kami masih melakukan persiapan secara bertahap. Terutama terkait infrastruktur penunjang untuk program kunjungan masyarakat umum," kata Yatny, Minggu (7/6).
Menurut dia, kapasitas dan daya dukung yang tersedia saat ini belum memungkinkan untuk menerima pengunjung dalam jumlah besar. Selain itu, aspek kenyamanan dan keamanan pengunjung juga menjadi perhatian utama sebelum program tersebut dibuka kembali.
Yatny menjelaskan proses persiapan ditargetkan dapat rampung dalam waktu dekat. Namun, pelaksanaannya tetap menyesuaikan dengan kesiapan fasilitas dan ketersediaan sumber daya manusia yang juga menjalankan berbagai program lainnya di luar kegiatan observatorium.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mudah-mudahan paling cepat bulan Juni ini bisa selesai. Jika belum, kemungkinan pada Juli karena kami juga mempertimbangkan keterbatasan SDM yang harus menjalankan berbagai program lainnya," ujar dia.
Meski belum menerima kunjungan umum, Observatorium Bosscha tetap membuka program kunjungan edukasi bagi rombongan sekolah dengan jumlah peserta yang dibatasi. Program tersebut dilaksanakan setiap Selasa dan Kamis dalam dua sesi, yakni pukul 09.00–11.00 WIB dan pukul 13.00–15.00 WIB.
"Untuk saat ini kunjungan masih terbatas bagi grup sekolah dengan jumlah peserta yang dibatasi. Kegiatan dilaksanakan setiap Selasa dan Kamis dalam dua sesi," ucap dia.
Selain menyiapkan program kunjungan umum pada siang hari, pihak Observatorium Bosscha juga tengah mengkaji kemungkinan penyelenggaraan tur malam. Ini yang memungkinkan pengunjung melakukan pengamatan benda-benda langit secara langsung.
Namun, rencana tersebut masih mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk kesiapan fasilitas pendukung, kondisi cuaca. Serta tingkat kecerahan langit yang sangat memengaruhi kualitas pengamatan astronomi.
"Untuk tur malam masih kami kaji karena sangat bergantung pada kondisi cuaca dan tingkat kecerahan langit. Semua masih bersifat situasional," kata dia.
Observatorium Bosscha merupakan salah satu pusat observasi astronomi tertua di Indonesia yang selama ini menjadi sarana pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu astronomi. Kehadiran program kunjungan masyarakat diharapkan dapat memperluas edukasi astronomi sekaligus meningkatkan minat masyarakat terhadap ilmu pengetahuan dan antariksa. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!