Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

17 Desa di Bangkalan Berpotensi Mengalami Kekeringan Ekstrem

📅 Minggu, 07 Jun 2026, 22:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
17 Desa di Bangkalan Berpotensi Mengalami Kekeringan Ekstrem Doc: Antara
Ket. Dokumen penyaluran bantuan air bersih di desa rawan kekeringan pada 2025 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Bangkalan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mencatat sebanyak 17 desa yang tersebar di tiga kecamatan berpotensi mengalami kekeringan ekstrem pada musim kemarau tahun ini.

"Ini berdasarkan hasil pemetaan yang kami lakukan, dan berdasarkan laporan kepala desa yang disampaikan kepada BPBD Kabupaten Bangkalan," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bangkalan M Zainul Qomar, di Bangkalan, Jawa Timur, Minggu.

Ia menyebutkan, sebanyak17 desa yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem itu tersebar di Kecamatan Konang, Geger, dan Kokop.

"Di Kecamatan Konang ada lima desa yang, sedangkan di Kecamatan Geger dan Kecamatan Kokop masing-masing enam desa," kata Qomar.

Selain di 17 desa yang tersebar di tiga kecamatan itu, kekeringan juga berpotensi terjadi di 10 desa lain di Kabupaten Bangkalan.

Hanya saja, lanjut dia, potensi kekeringan di 10 desa tidak separah di 17 desa, karena sumber mata air milik warga seperti sumur masih tersedia.

"Berdasarkan jumlah KK, ada sekitar 15.789 keluarga yang berpotensi mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih di Bangkalan pada musim kemarau tahun ini," katanya.

Terkait potensi kekeringan dan kekurangan air bersih itu, BPBD Bangkalan telah menyiapkan cadangan awal berupa 300.000 liter air bersih yang siap didistribusikan secara bertahap ke desa-desa yang membutuhkan.

"Prosedurnya, warga yang membutuhkan bantuan melaporkan kepada aparat desa, dan aparat desa nanti yang akan menghubungi kami untuk bantuan distribusi air bersih tersebut," kata M Zainul Qomar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Paus Leo XIV Desak Eropa Bersatu

10 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Paus Leo XIV Desak Eropa Be...

Serangan Russia Meningkat, Delapan Orang Tewas

19 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Serangan Russia Meningkat, ...
Ekonomi
Tiket Pelni Sampit Kini Bis...
Megapolitan
Kenapa ASN Bekasi Diminta B...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.