Jangan Fokus pada Gigi Saja, Gusi Fondasi Kesehatan Mulut
📅 Minggu, 07 Jun 2026, 22:17 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Unilever Indonesia
JAKARTA — Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatan gigi dan mulut terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun di balik tren positif tersebut, masih banyak orang yang hanya berfokus pada perawatan gigi tanpa menyadari bahwa kesehatan gusi merupakan fondasi utama yang menentukan kondisi gigi dan mulut secara keseluruhan.
Menurut dokter gigi spesialis periodonsia drg. Ines Augustina Sumbayak, Sp.Perio, masalah gusi menjadi salah satu persoalan kesehatan mulut yang paling sering terabaikan. Padahal, berbagai keluhan yang umum dialami masyarakat justru berakar dari kondisi gusi yang tidak sehat.
“Perawatan gusi masih sering terabaikan karena gejalanya muncul secara samar dan jarang menimbulkan rasa sakit, terutama pada tahap awal yang disebut gingivitis,” kata drg. Ines dalam acara Pepsodent GumExpert Lab di Atrium Mall Central Park, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Ia menjelaskan, gingivitis merupakan peradangan gusi tahap awal yang ditandai dengan gusi kemerahan, mudah berdarah saat menyikat gigi, atau terasa sedikit bengkak. Karena tidak menimbulkan nyeri yang signifikan, banyak orang menganggap kondisi tersebut sebagai hal yang normal dan tidak memerlukan penanganan khusus.
Padahal, lanjutnya, jika dibiarkan tanpa perawatan, gingivitis dapat berkembang menjadi periodontitis, yakni peradangan gusi yang lebih serius dan bersifat irreversible atau tidak dapat kembali seperti semula.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ketika sudah memasuki tahap periodontitis, perawatan menjadi lebih kompleks dan biaya yang diperlukan juga tidak sedikit,” ujarnya.
Menurut drg. Ines, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa berbagai masalah gigi dan mulut yang sering dikeluhkan sebenarnya berawal dari gangguan pada jaringan gusi. Keluhan seperti gigi sensitif, gigi goyang, nyeri saat mengunyah, bau mulut, hingga kehilangan gigi dapat terjadi akibat kesehatan gusi yang tidak terjaga.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa dampak penyakit gusi tidak hanya terbatas pada rongga mulut. Berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan antara penyakit periodontal dengan sejumlah penyakit sistemik, termasuk penyakit jantung, stroke, diabetes, infeksi saluran pernapasan, hingga komplikasi kehamilan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Masalah gusi yang diabaikan dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Karena itu, menjaga kesehatan gusi bukan hanya investasi untuk mempertahankan gigi tetap kuat, tetapi juga untuk menjaga kualitas kesehatan jangka panjang,” jelasnya.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan gusi, Pepsodent bersama Audy Dental dan Guardian, serta didukung Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), menghadirkan Pepsodent GumExpert Lab yang berlangsung pada 4-7 Juni 2026 di Atrium Mall Central Park.
Kegiatan yang diklaim sebagai mall activation berbasis sains pertama di Indonesia tersebut menghadirkan berbagai fasilitas edukatif dan layanan pemeriksaan kesehatan gusi secara gratis bagi masyarakat.
Ketua Pengurus Besar PDGI, drg. Usman Sumantri, MSc., mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara profesi dokter gigi, industri, dan berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan literasi kesehatan gigi dan mulut masyarakat.
“Platform edukasi seperti ini penting karena membantu masyarakat mengenali kondisi kesehatan gusi mereka secara lebih mendalam dan memahami langkah pencegahan yang tepat,” ujarnya.
Di lokasi acara, pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas edukatif, mulai dari Question Wall yang menjelaskan hubungan antara penyakit gusi dan berbagai masalah kesehatan mulut, layanan pemeriksaan gigi dan gusi gratis oleh dokter gigi dari Audy Dental, hingga pemanfaatan teknologi Pepsodent AI Gum Check Tool untuk membantu mendeteksi potensi gangguan gusi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!