Diagnostik Presisi Berbasis Genomik Dorong Penanganan Kanker yang Lebih Personal
📅 Minggu, 07 Jun 2026, 23:30 WIB | Oleh: Haryo Brono“NGS membantu menerjemahkan kemajuan sains menjadi dasar pengambilan keputusan klinis yang lebih tepat sehingga pasien dapat diarahkan pada pendekatan terapi inovatif yang sesuai dengan karakteristik penyakitnya,” ujarnya.
Dari sisi klinis, pemanfaatan biomarker dinilai semakin penting karena kanker tidak bersifat seragam. Pasien dengan diagnosis kanker paru maupun kanker payudara yang sama dapat memiliki karakteristik molekuler yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan terapi yang berbeda pula.
Dokter spesialis paru konsultan onkologi, Dr. dr. Arif Riswahyudi Hanafi, Sp.P(K) Onk, menjelaskan bahwa pada kanker paru stadium lanjut, kecepatan memperoleh informasi biomarker menjadi faktor penting dalam menentukan arah penanganan pasien.
Menurutnya, pemeriksaan molekuler komprehensif seperti NGS dapat membantu dokter memahami karakteristik biologis penyakit secara lebih spesifik sehingga keputusan terapi dapat dibuat berdasarkan informasi yang lebih kuat dan presisi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pandangan serupa disampaikan dokter spesialis bedah onkologi, dr. Abdul Muhaimin Husein, M.Sc., Sp.B(K) Onk. Ia menegaskan bahwa kanker payudara bukanlah satu penyakit yang seragam karena setiap pasien memiliki karakteristik biologis dan respons terapi yang berbeda.
“Melalui pemeriksaan molekuler yang lebih komprehensif seperti NGS, dokter dapat mengidentifikasi berbagai perubahan gen yang berkaitan dengan kanker secara simultan sehingga keputusan klinis dapat dibuat lebih tepat dan sesuai dengan karakteristik masing-masing pasien,” katanya.
Keberhasilan pemeriksaan NGS juga ditentukan oleh kualitas proses laboratorium. Dokter spesialis patologi anatomi, dr. Grace Shalmont, Sp.PA, MPH, menegaskan bahwa kualitas dan kecukupan sampel menjadi faktor utama yang menentukan akurasi hasil pemeriksaan molekuler.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, dr. Christine Sugiarto, Sp.PK(K), Subsp. Onk, menjelaskan bahwa akurasi NGS sangat bergantung pada standar kualitas di setiap tahapan laboratorium, mulai dari penerimaan sampel, ekstraksi materi genetik, proses sequencing, analisis bioinformatika, hingga penyusunan laporan hasil.
Melalui kolaborasi ini, AstraZeneca dan Rumah Sakit Kanker Dharmais berharap dapat memperkuat ekosistem precision oncology di Indonesia. Pengembangan layanan diagnostik berbasis NGS diharapkan tidak hanya mempercepat identifikasi karakteristik kanker pada pasien, tetapi juga memperluas akses terhadap layanan diagnostik modern yang mendukung terapi yang lebih personal, berbasis bukti, dan sesuai dengan agenda Transformasi Kesehatan Nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!