Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diversifikasi Pasar Ekspor Kunci Menjaga Ketahanan Ekonomi Nasional

📅 Senin, 08 Jun 2026, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Diversifikasi Pasar Ekspor Kunci Menjaga Ketahanan Ekonomi Nasional Doc: afp
Ket. Diversifikasi pasar ekspor hingga penguatan produk lokal menjadi kunci menjaga ketahanan ekonomi nasional.

JAKARTA - Indonesia perlu bersikap hati-hati dengan menyiapkan langkah antisipatif menghadapi gejolak ekonomi global. Diversifikasi pasar ekspor hingga penguatan produk lokal menjadi kunci menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti mengingatkan kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian menuntut Indonesia menyiapkan strategi berlapis, baik di sisi pelaku usaha, pemerintah, maupun masyarakat.

“Saya rasa Indonesia tetap harus berhati-hati menyikapi hal ini sehingga perlu mempersiapkan beberapa langkah seperti diversifikasi pasar ekspor, perkuatan daya saing produk lokal, serta diplomasi bilateral strategis,” katanya.

Para pelaku usaha papar Esther dituntut segera melakukan penyesuaian untuk menjaga daya saing di tengah potensi kenaikan tarif dan biaya produksi. Perusahaan didorong beralih atau memperluas pangsa pasar ke negara yang memiliki perjanjian perdagangan bebas (FTA) baru, serta ke pasar non-tradisional seperti Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika.

Mencari sumber bahan baku alternatif di dalam negeri atau dari negara mitra dagang lain juga penting guna menekan biaya produksi yang membengkak akibat tarif. Kemudian, harus fokus pada inovasi nilai tambah produk agar tetap kompetitif meski harga jual di Amerika Serikat naik akibat tarif.

Di sisi kebijakan, Esther menekankan pentingnya langkah diplomasi dan deregulasi untuk menjaga iklim usaha tetap kondusif.

Pemerintah perlu melakukan negosiasi ulang dan komunikasi intensif dengan otoritas Amerika Serikat, termasuk memastikan kepatuhan standar tenaga kerja guna meredam kebijakan tarif resiprokal.

Menerbitkan kebijakan deregulasi yang mempermudah iklim investasi dan memberikan insentif ekspor bagi pelaku usaha yang terdampak. Kemudian, menggalakkan gerakan bangga buatan Indonesia dan mempermudah regulasi usaha untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja di sektor domestik.

Dia juga menyoroti peran dan kontribusi masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik. “Masyarakat dapat mendukung produk lokal dan mengelola pengeluaran dengan lebih bijak. Mengutamakan konsumsi produk buatan dalam negeri untuk menjaga perputaran ekonomi domestik. Selain itu, optimalkan tabungan sebagai bantalan ekonomi di tengah ketidakpastian global,” jelasnya.

Kombinasi strategi dari tiga pihak ini penting agar Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi tetap bisa tumbuh di tengah tekanan eksternal. Langkah-langkah tersebut dinilai krusial mengingat tekanan pada nilai tukar Rupiah dan pasar saham yang terjadi sejak awal Juni 2026. Pemerintah dan pelaku usaha diharapkan segera mengambil langkah konkret agar kepercayaan pasar tetap terjaga.

Tarif Sementara

Pemerintah sendiri memproyeksikan tarif tambahan yang akan dikenakan Amerika Serikat (AS) terhadap produk Indonesia mencapai 18 persen pada akhir proses investigasi dagang Section 301 Trade Act of 1974.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso di Jakarta, Sabtu, menjelaskan bahwa saat ini Indonesia masih dikenai tarif sementara sebesar 10 persen yang berlaku hingga 24 Juli 2026.

Setelah masa berlaku tarif sementara berakhir, struktur tarif akan diterapkan secara bertahap. Komponen pertama berupa tarif terkait isu kerja paksa (forced labor) sebesar 10 persen. Kemudian beberapa pekan kemudian, AS berencana menambahkan komponen tarif yang berkaitan dengan kelebihan kapasitas struktural (structural excess capacity).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.