Menkeu Tanggapi Isu “Sell Indonesia” di Tengah Tekanan Rupiah
📅 Sabtu, 06 Jun 2026, 18:35 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi fenomena “sell Indonesia” yang menjadi sorotan media internasional. Isu tersebut muncul saat rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan.
Purbaya mengatakan pandangan mengenai sell Indonesia tidak bisa dijadikan satu-satunya ukuran kondisi ekonomi nasional. Menurutnya, pemahaman terhadap ekonomi Indonesia perlu melihat berbagai aspek secara menyeluruh.
“Itu kan diterbitkan, itu tren jual Indonesia saya baca. Salah satu penulis mungkin nggak tahu keadaan Indonesia seperti apa,” ujar Purbaya, Sabtu (6/6).
Ia memastikan, pemerintah berupaya memberikan gambaran kondisi ekonomi kepada pelaku pasar. Salah satu langkah yang dilakukan ialah mempercepat penyampaian laporan APBN KiTA.
Menurut Purbaya, publikasi tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan kondisi fiskal yang tetap terjaga. Ia juga menilai perekonomian Indonesia masih memiliki fondasi yang kuat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ketika kemarin, makanya kemarin sengaja saya percepat APBN KiTA, untuk melihatkan ke pasar bahwa kondisi fiskal kita baik. Ekonominya juga cukup kuat, sehingga nanti lama-lama sentimen negatif itu bisa hilang,” kata Purbaya.
Purbaya meminta investor mencermati berbagai indikator ekonomi secara lebih mendalam. Ia berharap keputusan investasi didasarkan pada pemahaman yang lebih lengkap.
Menurut dia, kondisi fiskal nasional masih berada pada jalur yang baik. Kinerja perekonomian juga dinilai tetap terjaga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Purbaya memastikan, arah pembangunan pemerintah tetap berjalan sesuai rencana. Hal itu didukung oleh kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya masih kuat.
“Jadi, teman-teman investor tolong lihat lebih detail, pahami kondisi ekonomi kita seperti apa. Saya bisa katakan sekarang adalah fiskal bagus, ekonomi bagus, kepemimpinan Presiden masih cukup kuat untuk memastikan semua berjalan sesuai dengan strategi pembangunan presiden,” ujar Purbaya. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!