Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes akan Percepat Pengembangan Robotika Kesehatan untuk Rehabilitasi Stroke

24 Sabtu, 06 Jun 2026, 17:30 WIB | Oleh:
Kemenkes akan Percepat Pengembangan Robotika Kesehatan untuk Rehabilitasi Stroke Kemenkes akan Percepat Pengembangan Robotika Kesehatan untuk Rehabilitasi Stroke Doc: Humas Kemenkes 

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat pengembangan robotika kesehatan guna memperkuat layanan rehabilitasi stroke di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari Transformasi Teknologi Kesehatan untuk menjawab tingginya angka kematian dan disabilitas akibat stroke yang terus meningkat.

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kemenkes, dr. Yuli Farianti, menilai teknologi robotik penting untuk meningkatkan layanan rehabilitasi penyintas stroke. Menurutnya, inovasi tersebut membantu proses pemulihan jangka panjang menjadi lebih efektif, presisi, dan berkelanjutan bagi pasien.

“Robot tidak hadir untuk menggantikan tenaga kesehatan. Sebaliknya, teknologi ini dirancang untuk memperkuat kapasitas dan mendukung kinerja tenaga kesehatan agar dapat memberikan pelayanan yang lebih efektif, presisi, dan berkelanjutan kepada pasien,” kata Yuli Farianti dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (5/6).

Yuli menyebut stroke masih menjadi tantangan besar kesehatan nasional dengan 3,9 juta penyintas pada 2023. Penyakit tersebut menyebabkan lebih dari 337 ribu kematian dan menyumbang 6,5 persen disabilitas global akibat stroke.

“Rehabilitasi bukan lagi layanan pelengkap, melainkan bagian esensial pelayanan kesehatan modern yang membantu pasien memulihkan fungsinya. Sekaligus memperoleh kembali kemandirian untuk menjalani kehidupan sehari-hari secara lebih optimal,” ujar dia.

Yuli mengatakan meningkatnya kebutuhan rehabilitasi tercermin dari lonjakan klaim pelayanan stroke dalam satu tahun terakhir. Klaim terkait stroke naik dari Rp2,7 triliun menjadi Rp5,6 triliun, menunjukkan besarnya beban pembiayaan kesehatan.

”Kami tengah membentuk Komite Nasional Robotika Kesehatan dan menyiapkan fondasi pengembangan pusat pelatihan serta pelayanan. Termasuk inovasi robotika kesehatan guna mempercepat adopsi teknologi melalui kolaborasi perguruan tinggi, rumah sakit, dan industri,” ucap Yuli.

Selain itu, Kemenkes juga sedang menyusun kerangka regulasi yang mendukung inovasi teknologi kesehatan masa depan. Hal tersebut juga termasuk telesurgery berbasis robotik dan pengembangan teknologi kesehatan dalam negeri.

“Masa depan neurorehabilitasi ditentukan kemajuan teknologi serta kekuatan kolaborasi melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan kemitraan. Dengan itu, lebih banyak masyarakat Indonesia dapat memulihkan fungsi, memperoleh kemandirian, serta membangun harapan baru,” ucap Yuli. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.