Pulang ke Kampung Halaman 50 Tahun Setelah Nilai Sempurna Olimpiade, Nadia Comaneci Nyalakan Harapan Kebangkitan Senam Rumania
📅 Kamis, 04 Jun 2026, 06:30 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraMeski mengakui proses kebangkitan tidak akan terjadi dalam semalam, terutama di negara berpenduduk 19 juta jiwa yang selama bertahun-tahun kurang berinvestasi dalam fasilitas olahraga, Istrate tetap optimistis.
“Kami semua bermimpi menemukan Nadia Comăneci berikutnya,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Comăneci terus memberikan dukungan kepada kota kelahirannya. Selain bantuan finansial, sang legenda kerap membantu membuka berbagai peluang melalui jaringan internasional yang dimilikinya.
Setelah melarikan diri dari Rumania pada 1989 dan menetap di Amerika Serikat, Comăneci menikah dengan mantan pesenam Amerika, Bart Conner. Pasangan tersebut hingga kini aktif mempromosikan olahraga senam di berbagai negara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Conner turut mendampingi Comăneci dalam kunjungan ke Oneşti. Di depan apartemen masa kecilnya, legenda senam itu menandatangani sebuah bangku taman dengan tulisan penuh makna: “I love you all”, lengkap dengan gambar hati.
“Oneşti memiliki banyak hal untuk ditawarkan, dan kami berjanji akan kembali,” kata Comăneci di hadapan ratusan warga yang menyambutnya dengan pertunjukan musik dan tarian.
Rangkaian perayaan juga diisi dengan reuni anggota tim Olimpiade Montreal 1976 serta peresmian jalur pejalan kaki sepanjang 15 menit bernama The Path to Perfection atau “Jalan Menuju Kesempurnaan”. Jalur tersebut mengikuti rute yang dulu ditempuh Comăneci dari apartemennya menuju tempat latihan setiap hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Klub senam yang kini menyandang nama Nadia Comăneci juga akan mendapat sentuhan modern melalui proyek renovasi. Di dalam kompleks itu berdiri mural mosaik raksasa yang terdiri dari hampir 500.000 keping marmer dan menggambarkan wajah sang legenda.
Di sanalah pesenam muda seperti Adelina Badic berlatih setiap hari.
“Bagi saya, Nadia Comăneci adalah pesenam terbaik di dunia dan saya ingin menjadi seperti dirinya,” ujar atlet berusia 14 tahun tersebut.
Meski tidak dapat tampil di hadapan idolanya karena cedera tangan, Badic tetap menjadikan Comăneci sebagai sumber inspirasi. Ia berlatih hingga enam jam setiap hari dan bermimpi tampil di Olimpiade berikutnya.
Sementara itu, pesenam berusia sembilan tahun, Natalia Ungurasu, tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya setelah meraih posisi ketiga pada nomor palang bertingkat. Itu menjadi podium pertama dalam kariernya, dan terjadi tepat di hadapan Comăneci.
“Saya belajar darinya bahwa apa pun yang kita inginkan bisa dicapai melalui kerja keras,” kata Natalia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!