Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Kebakaran, BPBD Temanggung Minta Pendaki Hati-hati saat Gunakan Api

📅 Selasa, 21 Jul 2026, 13:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Kebakaran, BPBD Temanggung Minta Pendaki Hati-hati saat Gunakan Api Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi: Sekelompok pemuda mendaki Gunung Sindoro via Basecamp Kledung Kabupaten Temanggung.

TEMANGGUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengimbau seluruh pendaki agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan mematuhi seluruh aturan pendakian, khususnya terkait penggunaan api di kawasan gunung untuk mencegah kebakaran hutan.

Kepala BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto di Temanggung, Selasa (21/7), menyampaikan imbauan tersebut menyusul kondisi vegetasi di sejumlah jalur pendakian yang mulai mengering dan berpotensi memicu kebakaran hutan.

Berdasarkan hasil pemantauan, lanjutnya, kawasan di atas Pos 4 jalur pendakian Gunung Sumbing telah mengalami kekeringan. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di jalur pendakian gunung lainnya, sehingga diperlukan kewaspadaan dari seluruh pendaki.

"Apabila dalam kondisi darurat pendaki terpaksa menggunakan api, penggunaannya harus benar-benar diperhatikan. Setelah selesai digunakan, api harus dipastikan benar-benar padam. Bara api sekecil apapun dapat memicu kebakaran hutan yang berdampak luas," katanya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah berkoordinasi dengan pengelola basecamp pendakian di Gunung Prau, Gunung Sindoro, dan Gunung Sumbing. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperketat pemantauan terhadap aktivitas pendaki, sekaligus memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai keselamatan selama musim kemarau.

Selain mengingatkan bahaya penggunaan api, katanya, pengelola basecamp juga diminta memberikan edukasi kepada para pendaki agar mempersiapkan perlengkapan dengan baik sebelum melakukan pendakian.

Mengingat suhu di kawasan puncak tetap dingin meskipun sedang musim kemarau, pendaki diimbau membawa pakaian hangat yang memadai sehingga tidak bergantung pada penggunaan api untuk menghangatkan tubuh.

Meskipun musim kemarau menghadirkan pemandangan pegunungan yang lebih cerah dan indah, kata dia, hampir seluruh vegetasi seperti ilalang dan semak belukar dalam kondisi kering. Situasi tersebut menyebabkan kawasan pegunungan menjadi sangat rentan terhadap kebakaran hutan apabila terdapat sumber api yang tidak terkendali.

Ia menyampaikan telah menjalin koordinasi dengan Perhutani dan pengelola basecamp pendakian guna memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan melalui pengawasan, sosialisasi, dan peningkatan kesadaran para pendaki.

Totok mengimbau masyarakat yang akan melakukan pendakian untuk selalu mematuhi aturan yang berlaku di setiap basecamp, mengutamakan keselamatan, serta bersama-sama menjaga kelestarian kawasan hutan agar terhindar dari kebakaran selama musim kemarau.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.