Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenperin Dorong Diversifikasi Kain Tenun demi Perluas Pasar Ekspor

📅 Rabu, 03 Jun 2026, 15:40 WIB | Oleh:
Kemenperin Dorong Diversifikasi Kain Tenun demi Perluas Pasar Ekspor Doc: Dokumentasi Kementerian Perindustrian
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengembangan industri kain tenun nasional melalui program peningkatan nilai tambah dan diversifikasi produk. Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas akses pasar domestik dan ekspor, dan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) tenun.

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kain tenun merupakan salah satu subsektor industri tekstil yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Selain memiliki nilai budaya dan sejarah yang kuat, tenun Indonesia juga memiliki keunikan yang menjadi daya tarik di pasar global.

"Biasanya di benak masyarakat, wastra Indonesia identik dengan batik. Padahal, Indonesia juga memiliki kain tenun yang eksotis dan kaya ragam," kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (2/6).

Menurut Agus, pengembangan industri tenun mendukung konsep sustainable fashion yang saat ini semakin diminati pasar global. Karena itu, diperlukan berbagai langkah strategis agar produk tenun semakin dikenal dan dimanfaatkan secara luas.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan potensi industri tenun nasional didukung oleh keberadaan 482 sentra IKM tenun. Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi Kemenperin, ekspor produk tenun ikat Indonesia pada 2025 mencapai 14,1 ton dengan nilai USD88.600.

"Capaian ini menunjukkan bahwa produk tenun tradisional memiliki peluang pasar internasional yang perlu terus ditingkatkan. Sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Reni.

Meski demikian, Reni mengakui pelaku IKM tenun masih menghadapi tantangan dalam pengembangan desain dan diversifikasi produk. Menurutnya, perubahan tren pasar yang berlangsung cepat menuntut pelaku usaha untuk terus berinovasi agar mampu memenuhi kebutuhan konsumen.

Reni menjelaskan, selama ini kain tenun lebih banyak digunakan untuk kebutuhan formal dan tradisional, seperti busana pernikahan maupun upacara adat. Padahal, tenun memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai produk fesyen yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

"Selama ini kain tenun lebih banyak digunakan untuk kebutuhan formal dan tradisional, seperti busana pernikahan maupun upacara adat. Padahal, tenun memiliki motif, warna, dan karakter bahan yang sangat potensial," kata dia.

Direktorat Jenderal IKMA bekerja sama dengan Dekranasda Kota Kediri dan Universitas Ciputra Surabaya menyelenggarakan Bimbingan Teknis Diversifikasi Produk Tenun di Kota Kediri. Kegiatan sebagai bagian dari upaya pengembangan industri tenun.

Kegiatan tersebut mempertemukan 10 IKM fesyen dengan 10 IKM tenun untuk menghasilkan berbagai produk berbasis tenun. Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin Budi Setiawan mengatakan Kota Kediri merupakan salah satu daerah sentra tenun dengan kualitas produk terbaik dan harga kompetitif.

Menurut dia, diversifikasi produk menjadi langkah penting untuk memperluas pemanfaatan kain tenun.

"Diversifikasi bukan berarti meninggalkan budaya," ujar Budi. "Justru melalui kreativitas dan inovasi, nilai budaya yang terkandung dalam tenun dapat terus hidup. Semakin relevan dengan perkembangan selera pasar saat ini,” imbuh dia.

Ia berharap kolaborasi antara IKM tenun dan IKM fesyen dapat terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha. Selain itu, sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok industri fesyen dan tenun nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
KPK: 19 Orang Diamankan dal...

OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Tetap Terjaga

25 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
OJK Pastikan Likuiditas Per...
Nasional
KAI Services: Waspada Penip...
Nasional
PT KAI Catat Realisasi BBM ...

PT KAI Tutup 172 Perlintasan Sebidang

58 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
PT KAI Tutup 172 Perlintasa...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.