Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinas Pendidikan Jatim Tegaskan Pelaksanaan SPMB 2026 Bebas Pungli

📅 Rabu, 03 Jun 2026, 16:22 WIB | Oleh:
Dinas Pendidikan Jatim Tegaskan Pelaksanaan SPMB 2026 Bebas Pungli Doc: antara foto
Ket. Kepala Dindik Jawa Timur Aries Agung Paewai di Surabaya, Rabu (3/6).

SURABAYA - Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim) menegaskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 bebas dari pungutan liar (pungli) dengan mengedepankan sistem daring yang transparan serta dapat diawasi oleh masyarakat.

"Kami wajib melaksanakan seluruh ketentuan sesuai surat edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Seluruh sekolah harus menjaga integritas, tidak boleh ada pungutan liar, termasuk yang melibatkan operator maupun seluruh sistem dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru," kata Kepala Dindik Jawa Timur Aries Agung Paewai di Surabaya, Rabu (3/6).

Ia mengatakan seluruh sistem yang digunakan dalam pelaksanaan SPMB telah berbasis daring guna meminimalkan potensi pelanggaran dan memastikan proses penerimaan murid berlangsung terbuka.

Oleh karena itu, pihaknya berharap seluruh satuan pendidikan menjalankan instruksi yang telah diterbitkan serta memegang teguh komitmen yang tertuang dalam pakta integritas.

"Tadi juga telah disampaikan bahwa pakta integritas sudah diucapkan. Artinya, seluruh pihak harus berkomitmen menjalankan tugas sebaik mungkin sesuai instruksi dan surat edaran yang telah diterbitkan," ujarnya.

Menurut dia, sistem daring membuat proses penerimaan murid lebih transparan sehingga memungkinkan masyarakat ikut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan.

Ia menambahkan upaya pencegahan penyimpangan dalam penerimaan murid baru telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir, termasuk pemberian sanksi kepada pihak yang terbukti melanggar aturan.

"Pada tahun lalu, misalnya, ada pihak yang menjalankan proses tidak sesuai ketentuan dan kami telah memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku," katanya.

Terkait dengan instruksi pemerintah pusat mengenai pembelajaran Bahasa Prancis, Aries menyatakan hingga kini pihaknya belum menerima arahan resmi.

"Kami masih menunggu. Apapun kebijakan yang nantinya diperintahkan, kami siap melaksanakannya," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Rona
Yura Yunita Rilis Lagu Terb...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.