Dari Rocafonda ke Panggung Piala Dunia, Lamine Yamal Siap Menulis Sejarah
📅 Rabu, 03 Jun 2026, 07:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraMATARO, SPANYOL — Ketika dunia sepak bola masih terpaku pada dua legenda besar, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, yang berpeluang mencatat sejarah dengan tampil di Piala Dunia keenam mereka pada tahun 2026, sebuah nama lain perlahan mulai mengambil alih sorotan. Namanya adalah Lamine Yamal.
Bukan tidak mungkin, bertahun-tahun dari sekarang, Piala Dunia 2026 akan lebih dikenang sebagai turnamen pertama Yamal ketimbang yang terakhir bagi Messi atau Ronaldo.
Perjalanan pemain sayap Spanyol berusia 18 tahun itu menuju puncak sepak bola dunia nyaris terasa seperti dongeng. Berawal dari Rocafonda, kawasan sederhana di kota Mataro, sekitar 32 kilometer di utara Barcelona, Yamal kini telah menjelma menjadi salah satu pemain muda paling menjanjikan di dunia.
Di sebuah lapangan beton terbuka yang menjadi tempat bermainnya sejak kecil, bakat Yamal pertama kali terbentuk. Di sana, kemampuan menggiring bola diasah secara alami. Kesalahan kecil bisa berujung benturan dengan kerasnya permukaan beton. Namun justru dari lingkungan itulah lahir teknik dan keberanian yang kini memukau panggung sepak bola internasional.
Jauh sebelum Yamal menjalani debut bersama tim nasional Spanyol, pamannya, Abdul Nasraoui, sudah menyimpan replika trofi Piala Dunia di toko rotinya di Rocafonda. Kepada siapa pun yang bertanya, ia selalu memberikan jawaban yang sama: trofi itu disiapkan untuk hari ketika keponakannya memenangkan Piala Dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keyakinan serupa juga dimiliki banyak warga Rocafonda. Namun orang pertama yang benar-benar bertindak adalah mantan kepala pengembangan pemain muda Barcelona, Jordi Roura.
Mendapat laporan dari seorang pencari bakat, Roura bersama koleganya, Aureli Altimira, datang untuk menyaksikan langsung permainan Yamal dalam sebuah laga seleksi pemain muda.
Awalnya, kesan yang muncul tidak terlalu istimewa. "Dia terlihat kurus, gerakannya sedikit aneh. Kami berpikir, mari kita lihat dulu," kenang Roura kepada AFP.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun di tengah kekacauan pertandingan anak-anak usia tujuh hingga delapan tahun yang semuanya mengejar bola, Yamal tampil berbeda.
"Kadang dia melakukan sesuatu yang membuat kami terkejut. Alih-alih hanya mengejar bola, dia mencari ruang, menunggu momen yang tepat, lalu mengeksekusinya dengan sangat cepat menggunakan kaki kirinya."
Kemampuan menggiring bola menjadi kualitas yang paling menonjol.
"Sulit melatih seseorang menjadi dribbler alami. Itu bakat yang dia miliki. Dia melakukan tipuan-tipuan yang membuat kami berkata, 'Wow'. Saat itu kami tahu anak ini punya sesuatu yang spesial." Tak butuh waktu lama bagi Barcelona untuk merekrutnya.
Yamal lahir dari ayah berdarah Maroko, Mounir Nasraoui, dan ibu keturunan Guinea Khatulistiwa, Sheila Ebana.
Meski orang tuanya berpisah ketika ia berusia tiga tahun dan Yamal sempat tinggal bersama ibunya di kawasan lain, Rocafonda selalu menjadi rumah yang paling dekat dengan hatinya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!