Dari Rocafonda ke Panggung Piala Dunia, Lamine Yamal Siap Menulis Sejarah
📅 Rabu, 03 Jun 2026, 07:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraKedekatan itu tercermin dalam selebrasi gol khasnya. Dengan kedua tangan, ia membentuk angka 304, tiga digit terakhir kode pos Rocafonda.
Kini angka tersebut dapat ditemukan di berbagai sudut Mataró sebagai simbol kebanggaan terhadap putra daerah yang berhasil menembus level tertinggi sepak bola dunia.
Rocafonda sendiri selama bertahun-tahun dikenal sebagai kawasan dengan citra kurang baik karena persoalan kemiskinan dan kriminalitas. Namun kini lingkungan itu memiliki identitas baru: kampung halaman Lamine Yamal.
Di lapangan beton tempat semuanya bermula, anak-anak masih bermain setiap hari. Di salah satu dinding berdiri mural besar bergambar Yamal yang dibuat pada 2025, menjadi pengingat bahwa mimpi besar bisa lahir dari tempat yang sederhana.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam tiga tahun terakhir, karier Yamal melesat dengan kecepatan luar biasa. Ia menjalani debut profesional bersama Barcelona pada usia 15 tahun, menjadi juara bersama Spanyol di Piala Eropa 2024, dan memikat dunia lewat gol spektakulernya ke gawang Prancis di semifinal.
Yang membuat kisah itu semakin luar biasa, saat membantu Spanyol menjuarai Piala Eropa 2024, Yamal masih harus membagi waktu dengan belajar untuk ujian sekolah.
Kini, menjelang Piala Dunia 2026, harapan besar kembali dipikul di pundaknya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Roura percaya bahwa langit bukanlah batas bagi mantan anak didiknya tersebut.
"Jika melihat apa yang sudah dicapainya pada usia 18 tahun, itu menakutkan. Potensi yang bisa diraih anak ini tidak memiliki batas," ujarnya.
Menurut Roura, satu hal yang tidak berubah sejak Yamal masih kecil adalah kecintaannya terhadap tantangan.
"Semakin sulit pertandingannya, semakin dia menikmatinya. Bahkan sejak kecil, ketika tantangan menjadi lebih besar, saat itulah dia bermain paling baik."
Di sebuah bar bernama Familia LY 304, milik sang paman Abdul, replika trofi Piala Dunia masih tersimpan rapi di rak. Trofi itu telah berada di sana jauh sebelum dunia mengenal nama Lamine Yamal.
Kini, setelah keponakannya menjelma menjadi salah satu kandidat bintang terbesar Piala Dunia 2026, mimpi yang dulu terdengar mustahil mulai terasa nyata.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!