Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sampah Meningkat Jelang Lebaran 1447 H, Temanggung Tambah 2–3 Ton per Hari

📅 Kamis, 19 Mar 2026, 11:30 WIB | Oleh:
Sampah Meningkat Jelang Lebaran 1447 H, Temanggung Tambah 2–3 Ton per Hari Doc: Antara Foto
Ket. Kondisi TPA Sanggrahan di Kabupaten Temanggung.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei, menyebutkan terjadi peningkatan volume sampah menjelang Lebaran 1447 H, kenaikan mencapai sekitar 2 hingga 3 ton per hari dibanding hari biasa.

"Menjelang Lebaran 2026 ini peningkatannya per hari hampir 2–3 ton, artinya memang ada lonjakan, selain pola tahunan yang memang selalu terjadi," katanya di Temanggung, Kamis.

Ia menuturkan, pada hari biasa penerimaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sanggrakan Kabupaten Temanggung antara 119 dingga 120 ton per hari. Menjeleng Lebaran ini, volume pembuangan sampah di TPA Sanggrahan bisa mencapai 123 ton per hari.

Ia menuturkan, Bupati Temanggung telah mengeluarkan surat edaran agar pengelolaan sampah tidak sepenuhnya dibebankan ke TPA. Dalam surat itu juga ditegaskan persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab DPRKPLH, melainkan harus melibatkan seluruh elemen, mulai dari akademisi, LSM, masyarakat, hingga pelaku usaha.

"Harus ada gotong royong agar sampah bisa diselesaikan dari hulu atau dari sumbernya," katanya.

Ia menyampaikan volume sampah di Temanggung biasanya mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Idul Fitri, kemudian menurun sekitar satu minggu setelahnya.

Ia mengungkapkan, kapasitas TPA Sanggrahan saat ini sudah mencapai 99 persen dan hampir penuh. Oleh karena itu, pemerintah daerah tengah berupaya berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk percepatan pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST).

"Insyaallah setelah Lebaran kami akan kembali berkomunikasi dengan provinsi terkait progres terakhir TPST," katanya.

Sebagai langkah penanganan, katanya DPRKPLH mengimbau masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri di masing-masing sumber. Sampah organik seperti sisa makanan dapat diolah menjadi kompos rumah tangga, sementara sampah plastik dapat didaur ulang menjadi berbagai produk kerajinan.

Selain itu, katanya, masyarakat juga didorong untuk kembali mengaktifkan bank sampah, TPS3R, serta berbagai kegiatan daur ulang guna mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengelola sampah agar tidak semuanya berakhir di TPA Sanggrahan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

51 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.