Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Kehilangan Tenaga, Bayang-Bayang Geopolitik dan Inflasi Bikin Pasar Waspada

📅 Selasa, 02 Jun 2026, 17:07 WIB | Oleh: Tim Penulis

"Jika diimpor dari negara-negara yang memiliki perjanjian perdagangan dan berhak atas perlakuan tersebut," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Perubahan tersebut akan berlaku hingga 31 Desember 2027 untuk mendorong investasi jangka pendek yang akan membangun kembali basis industri negara.

Sementara, dari sisi internal, BPS mencatat perekonomian Indonesia mengalami inflasi sebesar 3,08 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Mei 2026.

Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026. Adapun secara tahun kalender (year-to-date/ytd) inflasi tercatat sebesar 1,35 persen dan secara bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,28 persen.

Selain itu, aktivitas manufaktur Indonesia kembali masuk ke zona ekspansi.

Berdasarkan laporan S&P Global, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia naik ke level 50,0 pada Mei 2026, setelah terkontraksi ke 49,1 pada April 2026. Kendati menunjukkan sinyal positif, sektor industri masih dibayangi tekanan biaya bahan baku yang melonjak dan gangguan pasokan yang menahan laju produksi.

Berdasarkan laporan S&P Global, posisi PMI pada Mei mengindikasikan kondisi operasional manufaktur yang stabil setelah sempat mengalami kontraksi pada bulan sebelumnya.

Perbaikan terutama ditopang oleh peningkatan permintaan domestik yang mendorong kenaikan pesanan baru selama 2 bulan berturut-turut. Kenaikan pesanan baru pada Mei menjadi yang tercepat sejak Februari.

Kemudian, BPS merilis surplus neraca perdagangan Indonesia masih berlanjut hingga April 2026 meski ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global belum mereda.

Kinerja ekspor nonmigas, terutama dari sektor industri pengolahan, menjadi penopang utama surflus perdagangan nasional.

Surplus neraca perdagangan secara kumulatif Januari-April 2026 mencapai 5,64 miliar dolar AS. Neraca perdagangan Indonesia telah mengalami surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Maka, Ibrahim memproyeksikan rupiah bakal bergerak fluktuatif di rentang Rp17.840-Rp17.900.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.