Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Telkom Bukukan Pendapatan Rp37,2 Triliun pada Kuartal I 2026, Transformasi TLKM 30 Dorong Pertumbuhan Bisnis

📅 Sabtu, 30 Mei 2026, 11:00 WIB | Oleh:
Telkom Bukukan Pendapatan Rp37,2 Triliun pada Kuartal I 2026, Transformasi TLKM 30 Dorong Pertumbuhan Bisnis Doc: Istimewa
Ket. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun pada kuartal pertama 2026 atau tumbuh 1,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun pada kuartal pertama 2026 atau tumbuh 1,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan juga membukukan EBITDA sebesar Rp18 triliun dengan margin EBITDA 48,3 persen, sementara laba bersih mencapai Rp4,3 triliun dan laba bersih yang dinormalisasi sebesar Rp5,1 triliun.

Kinerja tersebut diraih di tengah ketidakpastian kondisi makroekonomi global yang masih berlangsung sepanjang awal tahun. Telkom menilai capaian tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan menjaga disiplin operasional sekaligus mempercepat implementasi strategi transformasi TLKM 30 yang menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang.

"Tahun ini, Telkom akan semakin gencar dalam mengakselerasi eksekusi strategi TLKM 30 demi menciptakan value yang optimal dan memastikan keberlangsungan perusahaan yang semakin solid ke depannya. Kinerja kuartal pertama tahun 2026 ini menjadi awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk dapat terus melakukan perbaikan secara bertahap guna memberikan pencapaian dan kontribusi terbaik bagi perusahaan, pelanggan, masyarakat dan negara," ujar Direktur Utama Telkom Dian Siswarini.

Pada segmen B2C, Telkomsel membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp27,6 triliun atau tumbuh 1,3 persen secara tahunan yang ditopang peningkatan bisnis digital. Selain itu, Average Revenue Per User (ARPU) meningkat 6,4 persen menjadi Rp45.100 seiring strategi penyederhanaan produk, disiplin harga, serta peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.

"Dari sisi pasar, industri telekomunikasi masih prospektif karena konektivitas dan internet saat ini sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir pun kami melihat kebutuhan terhadap layanan internet terus tumbuh dan belum menunjukkan adanya tren penurunan. Kami optimistis untuk memperkuat ekosistem mobile dan fixed broadband secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan customer experience yang baik," kata Dian.

Sementara itu, segmen B2B Infrastructure mencatat pendapatan Rp2,4 triliun atau tumbuh 6,8 persen dibandingkan kuartal pertama tahun lalu yang didorong ekspansi bisnis Fiber-to-the-Tower (FTTT). Anak usaha Telkom, Mitratel, berhasil memperluas jaringan fiber optik sepanjang 1.080 kilometer sehingga total kepemilikan mencapai 58.279 kilometer dan memperkuat posisinya sebagai perusahaan menara telekomunikasi generasi baru yang terintegrasi.

Di sisi lain, Telkom terus menjalankan berbagai langkah transformasi strategis melalui efisiensi operasional, penataan portofolio bisnis, hingga monetisasi aset. Perseroan menargetkan penyelesaian divestasi AdMedika Group pada semester pertama 2026 serta pemisahan bisnis dan aset wholesale fiber connectivity tahap kedua kepada InfraNexia pada kuartal ketiga tahun ini guna memperkuat pertumbuhan bisnis B2B dan menciptakan komposisi pendapatan yang lebih seimbang antara segmen konsumen dan korporasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Setop Impor Agar Petani Tebu Termotivasi Meningkatkan Produktivitas
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi di industri pengolahan pangan, saya sangat ...
  • Tak Bisa Jalan Sendiri, Industri Besar Diminta Angkat IKM dan UMKM
    Preview komentar:
    Transformasi pendekatan CSR dari yang sekadar bantuan konsumtif ...
  • Kebergantungan Impor Naptha Bikin Industri RI Rawan Kena Guncangan Harga Global
    Preview komentar:
    Kenaikan harga bahan baku di sektor hulu akibat ...
Event Akhir Pekan Jakarta 29-30 Agustus 2026: Dari Pameran FLONA Hingga Pertunjukan Balet

Event Akhir Pekan Jakarta 29-30 Agustus 2026: Dari Pameran FLONA Hingga Pertunjukan Balet

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 5
# 5
Swasembada Gula Dimulai dari Lampung
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.