Hemat BBM, Listrik Desa Nyala, Investasi Masuk: 3 Quick Win PLTS 100 GW Versi IESR
📅 Jumat, 29 Mei 2026, 20:25 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah mempercepat pengembangan 100 giga watt (GW) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai bagian agenda transisi energi nasional menuju kemandirian energi. Program ini juga diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam mendorong energi bersih di tingkat ASEAN.
Target itu disampaikan Presiden saat pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat 8/5. Presiden menargetkan program PLTS 100 GW selesai sebelum 2029.
Program PLTS 100 GW pertama kali digagas Presiden Prabowo pada Juni 2025. Saat itu beliau menyampaikan komitmen agar bauran energi terbarukan Indonesia mencapai 100% pada 2035. Rinciannya: PLTS tersebar 80 GW dan PLTS terpusat 20 GW, sebagai langkah menuju net zero emission NZE 2060 atau lebih cepat.
Pada Maret 2025, program ini ditegaskan kembali sebagai strategi mengatasi krisis energi dan mengurangi impor BBM jangka pendek-menengah. Sejumlah kementerian/lembaga kini tengah menyusun rencana implementasi.
Quick Wins Jadi Kunci Tahap Awal
Sebaiknya Anda baca juga:
Institute for Essential Services Reform IESR menilai keberhasilan PLTS 100 GW tidak hanya ditentukan oleh besarnya target kapasitas, tapi juga kemampuan membangun fondasi implementasi yang cepat, terukur, dan dapat direplikasi.
“Pada periode awal atau take-off period, selain tata kelola dan perencanaan, pemerintah perlu memprioritaskan program quick wins yang langsung mengurangi konsumsi diesel, membuka investasi, meningkatkan akses listrik bersih, dan membangun optimisme bahwa Indonesia bisa menjalankan program ambisius ini,” ujar Fabby Tumiwa, CEO IESR dalam Media Briefing "Indonesia Kejar PLTS 100 GW, Apa yang Perlu Diperhatikan?" di Jakarta, Jumat (29/5).
IESR mengidentifikasi 3 agenda prioritas tahap awal:
Sebaiknya Anda baca juga:
1. Percepatan program dedieselisasi
2. Akselerasi PLTS atap + Battery Energy Storage System BESS
3. Pengembangan model pengelolaan PLTS desa via Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih KDKMP atau BUMDes
Ketiga agenda ini penting sebagai bukti awal bahwa PLTS 100 GW bukan sekadar target kapasitas, tapi strategi transformasi sistem energi nyata.
Analisis 1: Dedieselisasi sebagai Quick Win Utama
Indonesia masih punya ribuan PLTD, khususnya di wilayah terpencil dan kepulauan. RUPTL 2025-2034 mencatat ∼3.996 generator diesel di 1.234 lokasi, dengan target pengurangan pasokan PLTD 80% pada 2030.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!