Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gereja Katolik Santo Fransiskus Mimika Timur Terbakar

📅 Kamis, 28 Mei 2026, 07:13 WIB | Oleh:
Gereja Katolik Santo Fransiskus Mimika Timur Terbakar Doc: ist
Ket. kebakaran

MIMIKA – Dalam beberapa waktu ke depan umat stasi Mimika Timur tak akan dapat merayakan ekarisdi di gereja. Sebab Gereja Katolik Stasi Santo Fransiskus Kampung Pomako LS RT 03, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah terbakar.

Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Pomoko Iptu Fits Gerald M Nalohy di Timika, Rabu, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan yang dihimpun dari para saksi di lokasi kejadian menyebutkan asap tebal disusul dengan nyala api pertama kali muncul dari dalam gereja membakar atap dan dinding gereja.

Angin bertiup cukup kencang dari arah timur membuat api merambat dengan cepat melahap seluruh gedung gereja yang konstruksi bangunannya terbuat dari kayu.

“Saksi langsung berteriak memanggil warga sekitar untuk segera datang membantu memadamkan api, namun karena api sudah membesar dan langsung membakar seluruh gedung gereja, karena bangunan sebagian besar terbuat dari bahan kayu, papan dan anyaman bambu yang mudah terbakar,” ujarnya.

Saat peristiwa kebakaran kondisi air laut Kampung Pomako sedang surut, sehingga warga kesulitan mendapatkan akses air untuk melakukan upaya pemadaman.

Kapolsek Fist mengatakan keterangan yang dihimpun dari pengurus gereja menyebutkan bahwa kuat dugaan api berasal dari lilin yang dinyalakan di depan altar untuk berdoa, namun lupa dipadamkan .

Empat unit mobil kebakaran tiba di tempat kejadian dan langsung bergerak melakukan pemadaman.

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian itu, kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, meliputi bangunan gereja, meja altar, kursi ibadah, buku-buku lagu, perlengkapan liturgi.

Warga berharap dapat bantuan untuk pembangunan kembali gedung gereja sebagai tempat ibadah umat di Kampung Pomako

Ia menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pengumpulan informasi, pemeriksaan lokasi dan keterangan dari warga serta pengurus gereja, disimpulkan bahwa penyebab utama kebakaran adalah lilin yang tidak dipadamkan dengan baik dan diletakkan di tempat yang tidak aman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Kesiapan Awak Kapal, Kemenhub Gelar Workshop Safety Training untuk Hadapi Situasi Darurat
    Langkah sinergis Ditjen Hubla dan manajemen PT PELNI ...
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
Pajak Kendaraan Belum Dibay...

Pramono Tawarkan 37 Proyek Mahal kepada para Wali Kota Dunia

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pramono Tawarkan 37 Proyek ...
Megapolitan
Perpanjang SIM Tak Perlu Ja...
Megapolitan
Pramono dan Wali Kota New Y...
Advertisement
Film "Lobang Buaya" Segera Hadir, Hanung Bramantyo Ingin Anak Muda Tak Melupakan Sejarah

Film "Lobang Buaya" Segera Hadir, Hanung Bramantyo Ingin Anak Muda Tak Melupakan Sejarah

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.