Pertumbuhan Ekonomi Terancam Melambat Tanpa Inovasi Pembiayaan, OJK Ingatkan Ini
📅 Senin, 25 Mei 2026, 18:00 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pencarian sumber pembiayaan baru menjadi langkah penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan investasi dan keterbatasan ruang fiskal pemerintah.
Ketergantungan pada sumber pembiayaan konvensional dinilai tidak lagi cukup untuk mendukung pembangunan infrastruktur, transformasi industri, hingga penguatan sektor produktif.
Karena itu, diversifikasi pembiayaan melalui pasar modal, investasi hijau, skema kemitraan pemerintah-swasta, hingga instrumen keuangan digital mulai dipandang sebagai strategi untuk memperluas kapasitas pendanaan ekonomi.
Di sisi lain, hadirnya sumber pembiayaan baru juga dapat meningkatkan ketahanan ekonomi terhadap gejolak global karena membuka alternatif arus modal di luar pembiayaan berbasis utang tradisional.
Namun, pengembangannya tetap memerlukan regulasi yang kuat, transparansi, dan pengelolaan risiko yang baik agar tidak menimbulkan kerentanan baru di sektor keuangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika dikelola secara efektif, diversifikasi pembiayaan dapat menjadi pendorong penting bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan Indonesia memerlukan sumber pembiayaan baru untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tingginya kebutuhan pembiayaan pembangunan.
“Kalau kita melihat target pertumbuhan ekonomi, misalnya di tahun 2027, data dari Bappenas menyampaikan bahwa Indonesia butuh pembiayaan yang besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kita, mungkin sekitar Rp8.600-an triliun, kalau kami tidak keliru. Ini tidak bisa hanya didukung oleh perbankan dan lain-lain, tapi harus muncul sumber-sumber pembiayaan baru,” kata Friderica dalam acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) di Jakarta, Senin (25/5).
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun pendalaman pasar keuangan sebagai sumber pembiayaan pembangunan menjadi salah satu program prioritas OJK untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Friderica menyebutkan salah satu sumber pembiayaan alternatif yang didorong berasal dari pasar modal, termasuk melalui pengembangan obligasi daerah untuk mendukung pembangunan di daerah.
Selain itu, OJK juga berupaya meningkatkan pembiayaan sektor jasa keuangan serta memperkuat ekosistem dan pembiayaan UMKM guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
OJK turut mendorong pengembangan ekonomi hijau melalui nilai ekonomi karbon dan keuangan berkelanjutan, pengembangan keuangan digital yang aman dan berintegritas, penguatan sektor jasa keuangan syariah, serta peningkatan literasi, inklusi, pelindungan konsumen, dan integritas sektor jasa keuangan.
Friderica mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih berada di bawah tingkat pertumbuhan potensial yang dibutuhkan agar Indonesia dapat menjadi negara maju.
Untuk mencapai cita-cita tersebut, menurutnya, diperlukan mesin-mesin pertumbuhan yang lebih solid, termasuk pembiayaan yang semakin dalam dan beragam serta penguatan kepercayaan masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!