Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertumbuhan Ekonomi Terancam Melambat Tanpa Inovasi Pembiayaan, OJK Ingatkan Ini

8 Senin, 25 Mei 2026, 18:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertumbuhan Ekonomi Terancam Melambat Tanpa Inovasi Pembiayaan, OJK Ingatkan Ini Pertumbuhan Ekonomi Terancam Melambat Tanpa Inovasi Pembiayaan, OJK Ingatkan Ini Doc: ANTARA FOTO/ Muhammad Bagus Khoirunas.
Ket. Ilustrasi - Petugas melayani warga yang membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) saat layanan keliling di hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) Kota Serang, Banten.

JAKARTA – Pencarian sumber pembiayaan baru menjadi langkah penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan investasi dan keterbatasan ruang fiskal pemerintah.

Ketergantungan pada sumber pembiayaan konvensional dinilai tidak lagi cukup untuk mendukung pembangunan infrastruktur, transformasi industri, hingga penguatan sektor produktif.

Karena itu, diversifikasi pembiayaan melalui pasar modal, investasi hijau, skema kemitraan pemerintah-swasta, hingga instrumen keuangan digital mulai dipandang sebagai strategi untuk memperluas kapasitas pendanaan ekonomi.

Di sisi lain, hadirnya sumber pembiayaan baru juga dapat meningkatkan ketahanan ekonomi terhadap gejolak global karena membuka alternatif arus modal di luar pembiayaan berbasis utang tradisional.

Namun, pengembangannya tetap memerlukan regulasi yang kuat, transparansi, dan pengelolaan risiko yang baik agar tidak menimbulkan kerentanan baru di sektor keuangan.

Jika dikelola secara efektif, diversifikasi pembiayaan dapat menjadi pendorong penting bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan Indonesia memerlukan sumber pembiayaan baru untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tingginya kebutuhan pembiayaan pembangunan.

“Kalau kita melihat target pertumbuhan ekonomi, misalnya di tahun 2027, data dari Bappenas menyampaikan bahwa Indonesia butuh pembiayaan yang besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kita, mungkin sekitar Rp8.600-an triliun, kalau kami tidak keliru. Ini tidak bisa hanya didukung oleh perbankan dan lain-lain, tapi harus muncul sumber-sumber pembiayaan baru,” kata Friderica dalam acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) di Jakarta, Senin (25/5).

Adapun pendalaman pasar keuangan sebagai sumber pembiayaan pembangunan menjadi salah satu program prioritas OJK untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Friderica menyebutkan salah satu sumber pembiayaan alternatif yang didorong berasal dari pasar modal, termasuk melalui pengembangan obligasi daerah untuk mendukung pembangunan di daerah.

Selain itu, OJK juga berupaya meningkatkan pembiayaan sektor jasa keuangan serta memperkuat ekosistem dan pembiayaan UMKM guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

OJK turut mendorong pengembangan ekonomi hijau melalui nilai ekonomi karbon dan keuangan berkelanjutan, pengembangan keuangan digital yang aman dan berintegritas, penguatan sektor jasa keuangan syariah, serta peningkatan literasi, inklusi, pelindungan konsumen, dan integritas sektor jasa keuangan.

Friderica mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih berada di bawah tingkat pertumbuhan potensial yang dibutuhkan agar Indonesia dapat menjadi negara maju.

Untuk mencapai cita-cita tersebut, menurutnya, diperlukan mesin-mesin pertumbuhan yang lebih solid, termasuk pembiayaan yang semakin dalam dan beragam serta penguatan kepercayaan masyarakat.

Menurut dia, sektor jasa keuangan dituntut memainkan peran lebih strategis tidak hanya sebagai sarana investasi, tetapi juga sebagai sumber utama pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian nasional.

Mengenai pengembangan ekonomi daerah (PED), Friderica menjelaskan bahwa program bertujuan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah secara berkelanjutan, terutama di sektor agrikultur, ekonomi kreatif, dan pariwisata. Program PED saat ini telah berjalan di 40 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Perum Bulog Bandung Jamin S...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.