UB Bekali Mahasiswa dengan Keterampilan Mitigasi Kebakaran
📅 Minggu, 24 Mei 2026, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SMALANG - Universitas Brawijaya (UB) bekerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang menggelar pelatihan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) bagi mahasiswa di Auditorium Algoritma FILKOM Lantai 2 UB, Sabtu (23/5). Kegiatan ini diadakan untuk mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga tangguh dan responsif sebagai garda depan penanggulangan kebakaran di area kampus.
Perwakilan Damkar Kota Malang, Dimas Rizqi Mubarok, membekali para mahasiswa dengan teori dan taktik penyelamatan saat terjadi kebakaran. Mahasiswa diperkenalkan pada konsep dasar terbentuknya api (segitiga api), tahapan perkembangan kebakaran, hingga metode pemadaman yang efektif dan aman.
Simulasi Pemadaman Api Menggunakan Metode Tradisional Memakai Karung Goni
“Api terjadi karena adanya kombinasi bahan bakar, oksigen, dan panas. Kunci utama memadamkannya adalah dengan memutus salah satu dari ketiga komponen tersebut secara cepat dan tepat,” jelas Dimas di hadapan para peserta.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa perlu memahami klasifikasi kebakaran berdasarkan sumber penyebabnya, mulai dari benda padat, cairan dan gas, listrik, hingga logam. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai alat mitigasi kebakaran seperti hydrant, siames connection, jalur evakuasi, tangga darurat, dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Sebaiknya Anda baca juga:
“Mahasiswa harus peka terhadap lingkungan sekitar. Mengetahui letak APAR dan jalur evakuasi di gedung kuliah adalah keterampilan wajib agar tidak panik dan bisa bertindak cepat saat alarm darurat berbunyi,” tegas Dimas.
Tidak hanya sekadar teori di dalam ruangan, puncak pelatihan ini bergeser ke halaman depan Edutech FILKOM UB. Di bawah pengawasan ketat tim Damkar Kota Malang, para mahasiswa ditantang melakukan praktik langsung menjinakkan api yang berkobar.
Dalam kegiatan tersebut mahasiswa diajarkan dua teknik krusial yaitu metode tradisional menggunakan karung goni basah untuk memutus pasokan oksigen pada api (smothering) dan metode modern: Menggunakan APAR dengan teknik PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) yang benar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Simulasi live fire ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa agar memiliki mental yang tenang dan tidak gugup saat berhadapan langsung dengan jago merah.
Sebelum simulasi pemadaman api dimulai, pelatihan ini dibuka dengan pembekalan budaya K3L oleh Qomariyatus Sholihah. Kepala Divisi K3L tersebut mengingatkan bahwa kesiapsiagaan darurat seperti kebakaran juga bermula dari kedisiplinan menjaga keamanan aktivitas harian dan laboratorium.
Qomariyatus juga menekankan pentingnya Job Safety Analysis (JSA) dan penggunaan alat pelindung diri di laboratorium untuk mencegah terjadinya insiden fatal, termasuk korsleting listrik dan ledakan bahan kimia yang memicu kebakaran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!