Sentimen Global Masih Dominan, 22 Mei 2026
📅 Jumat, 22 Mei 2026, 08:05 WIB | Oleh: Muchamad IsmailJAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melanjutkan pelemahannya dalam perdagangan akhir pekan ini. Sentimen global, terutama perkembangan konflik di Timur Tengah dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat (AS), masih dominan mempengaruhi pergerakan rupiah.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (22/5), masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran 17.660-17.710 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (21/5), melemah 13 poin atau 0,08 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.667 rupiah per dollar AS.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan ini seiring rilis risalah Federal Open Market Committee (FOMC) bulan April 2026 menunjukkan mayoritas pejabat Federal Reserve (The Fed) memperingatkan potensi menaikkan suku bunga. Sebelumnya, pada rapat April, FOMC memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan dana federal tetap stabil dalam kisaran 3,5-3,75 persen.
“Mayoritas pejabat Federal Reserve (Fed) memperingatkan bahwa bank sentral kemungkinan perlu mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga jika inflasi terus berada di atas target 2 persen mereka,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!