Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Industri Lokal untuk Dukung Target Pembangunan PLTS 100 GW

📅 Jumat, 22 Mei 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perkuat Industri Lokal untuk Dukung Target Pembangunan PLTS 100 GW Doc: antara
Ket. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

JAKARTA - Institute for Essential Services Reform (IESR) menyambut positif target ambisius Pemerintah untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW) dalam tiga tahun ke depan. Pembangunan PLTS itu akan dipadukan dengan program konversi kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) menjadi kendaraan listrik.

Direktur Riset dan Inovasi IESR, Raditya Wiranegara di Jakarta, Kamis (21/5) mengatakan, visi tersebut menunjukkan komitmen politik pemerintah dalam mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

“Terkait visi pembangunan PLTS 100 GW, IESR memandang aspirasi ini sebagai sinyal positif komitmen politik,” kata Raditya.

Menurut dia, target pembangunan PLTS dalam skala besar dapat menjadi momentum penting untuk mempercepat pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia. Apalagi, Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar dan belum dimanfaatkan secara optimal.

Meski demikian, IESR mengingatkan bahwa pencapaian target tersebut dalam waktu tiga tahun memerlukan perencanaan dan implementasi yang matang agar berjalan berkelanjutan.

Sebab, secara teknis dan linimasa, target capaian dalam tiga tahun menjadi tantangan yang besar.

“Oleh karena itu, kami memberikan catatan penting pada aspek rasionalitas tahapan implementasi agar visi besar ini dapat dieksekusi secara berkelanjutan tanpa mengabaikan stabilitas sistem dan kesiapan industri serta ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten,” katanya.

IESR juga menilai kejelasan institusi yang akan memimpin implementasi program menjadi faktor penting agar koordinasi lintas sektor dapat berjalan efektif. Dia juga menyoroti pentingnya kepastian institusi apa saja yang akan diberi mandat memimpin implementasi visi tersebut.

“Kejelasan mandat kelembagaan menjadi krusial karena akan menentukan efektivitas koordinasi lintas sektor, perencanaan program, pembagian peran, serta pengawasan pelaksanaan di lapangan,” kata Raditya.

Di sektor transportasi, IESR mendukung langkah elektrifikasi kendaraan pribadi sebagai salah satu jalur penting transisi energi nasional. Program konversi kendaraan BBM menjadi kendaraan listrik dinilai dapat menjadi alternatif untuk memanfaatkan kendaraan yang sudah ada sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor BBM.

Kemudian, soal program konversi kendaraan listrik, IESR mencatat masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan agar program konversi kendaraan dapat berjalan optimal. Salah satunya ialah biaya konversi yang saat ini masih relatif mahal, bahkan dalam beberapa kasus lebih tinggi dibandingkan membeli kendaraan listrik baru.

Komponen biaya terbesar berasal dari baterai serta conversion kit yang meliputi motor listrik dan inverter. Selain itu, ekosistem konversi kendaraan listrik di Indonesia juga dinilai masih perlu diperkuat. Jumlah bengkel konversi masih terbatas, sementara sejumlah komponen utama masih bergantung pada impor.

Lompatan Besar

Pengajar Universitas Warmadewa Denpasar, I Nengah Muliarta mengatakan target pembangunan PLTS hingga 100 gigawatt (GW) dalam tiga tahun dinilai sebagai lompatan besar dalam transisi energi nasional. Namun, realisasi target itu menghadapi tantangan teknis dan ekosistem yang tidak bisa diabaikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
KKP Tambah 10 Kapal Pengawa...
Luar Negeri
Swedia Izinkan Ukraina Menj...
Resmi IPO Hari Ini, Jumat (10/7), RANS Entertainment Bantah Rumor Pencucian Uang

Resmi IPO Hari Ini, Jumat (10/7), RANS Entertainment Bantah Rumor Pencucian Uang

10 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
IHSG Hari Ini Panen Sentimen Positif
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.