Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perampingan BUMN Efektif Jika Implementasi Tepat

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 01:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perampingan BUMN Efektif Jika Implementasi Tepat Doc: ANTARA/HO-Core
Ket. Yusuf Rendy Manilet, Ekonom Core

Jakarta – Perampingan BUMN dinilai berpotensi meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan negara jika dijalankan melalui implementasi yang tepat, tata kelola yang transparan, serta pengawasan yang kuat. Langkah tersebut diharapkan mampu memangkas biaya operasional, mempercepat pengambilan keputusan, dan memperkuat kinerja BUMN tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai rencana streamlining atau perampingan dan penyehatan BUMN dapat meningkatkan efisiensi operasional, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada kualitas pelaksanaan konsolidasi di lapangan.

Dikutip dari Antara, Yusuf mengatakan struktur BUMN yang terdiri atas induk, anak, hingga cucu perusahaan selama ini menambah biaya administrasi, koordinasi, dan pengambilan keputusan tanpa diikuti peningkatan produktivitas.

"Setiap lapisan menambah biaya administrasi, koordinasi dan pengambilan keputusan tanpa meningkatkan produktivitas," kata Yusuf di Jakarta, Rabu (8/7).

Menurut dia, struktur yang lebih ramping akan membuat BUMN lebih fokus pada bisnis inti, memiliki skala usaha yang lebih besar, serta mampu mengambil keputusan bisnis secara lebih cepat.

Ia mencontohkan penggabungan sejumlah subholding PT Pertamina (Persero) yang diklaim menghasilkan efisiensi sekitar 600 juta hingga 700 juta dollar AS sebagai bukti bahwa konsolidasi dapat memberikan manfaat nyata.

Meski demikian, Yusuf mengingatkan proses menggabungkan ratusan perusahaan dengan sistem, budaya kerja, dan kondisi keuangan yang berbeda bukanlah pekerjaan sederhana. Karena itu, target pemerintah menyelesaikan konsolidasi dalam waktu singkat dinilai cukup ambisius.

Selain itu, Yusuf menyoroti komitmen pemerintah yang memastikan proses perampingan tidak akan disertai pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurutnya, efisiensi tidak hanya diukur dari berkurangnya jumlah perusahaan, tetapi juga peningkatan produktivitas tenaga kerja.

"Jika pegawai hanya dipindahkan tanpa penyesuaian fungsi dan kebutuhan organisasi, sebagian potensi efisiensi bisa berkurang," ujarnya.

Ia menambahkan, tata kelola menjadi faktor paling krusial dalam menentukan keberhasilan program tersebut. Konsolidasi aset negara dalam skala besar harus disertai sistem pengawasan yang kuat agar proses likuidasi, merger, maupun divestasi berjalan transparan dan akuntabel.

Yusuf menilai pelibatan Kejaksaan Agung, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Kementerian Hukum merupakan langkah yang tepat untuk memperkuat kredibilitas proses konsolidasi.

Langkah Besar

Sebelumnya, Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohamad Faisal juga menilai program streamlining BUMN harus mampu meningkatkan efisiensi, daya saing, dan kepercayaan terhadap BUMN agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian.

Menurut Faisal, target pemerintah memangkas jumlah BUMN dari sekitar 1.077 entitas menjadi 200–300 perusahaan merupakan langkah besar yang membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Apple Kalah dalam Gugatan A...
Luar Negeri
AS Putus Seluruh Hubungan D...

NATO Dukung Serangan Baru AS ke Iran

55 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
NATO Dukung Serangan Baru A...
Luar Negeri
Pemanasan Laut Ancam Pasifi...
Nasional
Pemerintah Perlu Jaga Konsu...
Berdaya Jangkau 160 Km, Prabowo akan Borong 150 Rudal Astra Mk1 India untuk SU-30 TNI-AU

Berdaya Jangkau 160 Km, Prabowo akan Borong 150 Rudal Astra Mk1 India untuk SU-30 TNI-AU

08 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.