FA Selidiki Southampton dalam Skandal “Spygate”, Klub Terancam Rugi 4,3 Triliun Rupiah
📅 Jumat, 22 Mei 2026, 00:10 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraLONDON — Federasi sepak bola Inggris (FA) resmi membuka penyelidikan terhadap Southampton menyusul skandal “spygate” yang mengguncang sepak bola Inggris. Kasus tersebut berujung pada pencoretan Southampton dari final play-off Championship yang sedianya digelar akhir pekan ini.
Southampton diketahui mengakui telah memantau sesi latihan milik Middlesbrough menjelang pertemuan kedua tim di semifinal play-off awal bulan ini. Klub berjuluk The Saints itu juga mengakui dua tindakan serupa lain yang terjadi sepanjang musim.
Kini, FA tengah memeriksa kemungkinan menjatuhkan dakwaan tambahan setelah komisi disiplin independen English Football League memutuskan mengeluarkan Southampton dari babak play-off sekaligus mengurangi empat poin mereka untuk musim depan.
Dalam pernyataan resminya pada hari Kamis (21/5) waktu setempat, juru bicara FA menegaskan proses investigasi masih berlangsung dan pihaknya belum akan memberikan komentar lebih lanjut hingga seluruh bukti selesai dikaji.
Banding Southampton terhadap hukuman tersebut telah ditolak pada Rabu. Dengan demikian, Middlesbrough dipastikan menggantikan posisi mereka di final Wembley menghadapi Hull City.
Sebaiknya Anda baca juga:
Situasi ini terasa semakin pahit karena Southampton sebelumnya berhasil menyingkirkan Middlesbrough dengan agregat 2-1 dalam dua leg semifinal.
Chief Executive Southampton, Phil Parsons, menyebut hukuman yang dijatuhkan kepada klubnya sebagai keputusan yang “sangat tidak proporsional”. Sanksi tersebut tidak hanya menggagalkan peluang Southampton kembali ke Premier League, tetapi juga membuat klub kehilangan potensi pemasukan minimal 200 juta poundsterling atau sekitar 4,3 triliun rupiah.
Nilai fantastis itu berasal dari hak siar televisi, sponsor, hingga pendapatan komersial yang biasanya diperoleh klub promosi ke Premier League.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kekecewaan mendalam juga dirasakan para pemain. Pemain terbaik Southampton musim ini, Leo Scienza, mengaku sangat terpukul dengan keputusan tersebut.
“Kami memberikan segalanya untuk mimpi ini. Hari demi hari, pengorbanan demi pengorbanan, selalu percaya kami bisa membawa klub ini kembali ke tempat yang semestinya,” tulis Scienza melalui akun Instagram pribadinya.
Pemain asal Brasil itu menyebut impiannya bermain di Premier League kini terasa runtuh akibat hukuman yang dijatuhkan kepada klub.
Di tengah tekanan besar yang melanda klub, masa depan pelatih Tonda Eckert kini berada dalam tanda tanya besar. Sejumlah laporan media Inggris bahkan menyebut beberapa pemain tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap manajemen klub.
Southampton, yang terdegradasi dari Premier League musim lalu, mengakui situasi ini telah merusak reputasi klub. Dalam pernyataan resmi, mereka menyebut “kepercayaan kini harus dibangun kembali”.
Kasus yang menimpa Southampton mengingatkan publik pada insiden mata-mata di ajang Olimpiade musim panas 2024. Saat itu, tim sepak bola putri Kanada terbukti memata-matai sesi latihan Selandia Baru menggunakan drone.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!