Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKKBN Sebut Penguatan SDM Bebas “Stunting” Jadi Prioritas Nasional

📅 Jumat, 22 Mei 2026, 00:35 WIB | Oleh:
BKKBN Sebut Penguatan SDM Bebas “Stunting” Jadi Prioritas Nasional Doc: BKKBN
Ket. Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Sesmendukbangga)/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono

JAKARTA - Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk pencegahan stunting, harus menjadi agenda utama nasional menuju Indonesia Maju 2045. Hal itu disampaikan Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Sesmendukbangga)/Sekretaris Utama BKKBN, Budi Setiyono.

“Agar visi Indonesia Maju 2045 dapat tercapai, kualitas SDM harus dijaga tanpa stunting dan reformasi pendidikan serta keterampilan perlu menjadi agenda utama nasional,” kata Budi, Kamis (21/5).

Menurut dia, distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dipertajam agar menjangkau kelompok prioritas seperti ibu hamil dan menyusui yang berisiko mengalami stunting. Ia juga menilai Indonesia perlu menggeser fokus pembangunan pendidikan dari sekadar peningkatan angka partisipasi sekolah menuju peningkatan kualitas SDM yang lebih kompetitif.

“Pendidikan matematika, sains, rekayasa, kecerdasan artifisial dan vokasi industri harus menjadi prioritas,” ujar dia.

Selain itu, Budi menekankan pentingnya reformasi birokrasi berbasis meritokrasi melalui digitalisasi pengadaan pemerintah, integrasi data fiskal nasional, evaluasi ASN berbasis kinerja, serta deregulasi perizinan. Menurut dia, birokrasi yang efisien menjadi salah satu syarat penting dalam mendukung proses industrialisasi nasional.

Budi juga menilai hilirisasi industri perlu ditingkatkan ke sektor bernilai tambah tinggi, seperti industri baterai, kendaraan listrik, petrokimia, material maju hingga komponen teknologi.

Di bidang riset, pemerintah didorong meningkatkan investasi penelitian dan pengembangan agar Indonesia tidak terus bergantung pada teknologi asing. “Tanpa inovasi dan teknologi domestik, Indonesia akan terus bergantung pada teknologi dari luar,” ucap dia.

Selain itu, pembangunan infrastruktur dinilai perlu diarahkan untuk menekan biaya logistik nasional, guna meningkatkan konektivitas dan pemerataan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.