Tiket Pesawat Mahal, PHRI Khawatir Wisatawan Enggan ke Aceh
📅 Jumat, 26 Jun 2026, 22:25 WIB | Oleh: Tim PenulisBANDA ACEH – Tingginya harga tiket pesawat komersial menuju Aceh mencerminkan tantangan konektivitas udara yang dipengaruhi oleh keterbatasan frekuensi penerbangan, struktur biaya operasional maskapai, serta dinamika permintaan penumpang.
Kondisi ini berpotensi menekan mobilitas masyarakat, mengurangi daya saing sektor pariwisata, dan meningkatkan biaya logistik bagi pelaku usaha.
Dalam jangka panjang, diperlukan upaya untuk memperkuat konektivitas melalui penambahan kapasitas penerbangan, peningkatan persaingan antarmaskapai, serta evaluasi kebijakan yang dapat menekan biaya operasional.
Dengan konektivitas yang lebih efisien, akses menuju Aceh dapat menjadi lebih terjangkau sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi di daerah.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Aceh mengharapkan harga tiket pesawat komersial tujuan ke provinsi ujung barat Indonesia tersebut bisa lebih murah, sehingga jumlah kunjungan wisatawan dapat lebih meningkat lagi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketua PHRI Aceh Andre Leo di Banda Aceh, Jumat (26/6), mengatakan saat ini harga tiket pesawat terbang ke Provinsi Aceh mahal dan berdampak pada kunjungan wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara.
"PHRI berharap harga tiket pesawat ke Aceh bisa lebih murah. Persoalan harga tiket mahal, tentu mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan ke Aceh," kata Andre Leo.
Menurut dia, dampak lainnya akibat mahalnya harga tiket pesawat tersebut turut dialami pelaku usaha perhotelan maupun restoran karena kunjungan ke daerah berjuluk Bumi Serambi Makkah tersebut. Sebab, kunjungan wisatawan berkurang.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bagaimana wisatawan berkunjung ke Provinsi Aceh kalau harga tiket mahal. Karena itu, kami berharap tiket bisa lebih murah, sehingga kunjungan wisatawan dapat meningkat," katanya.
Saat ini, kata dia, PHRI Aceh bersama kalangan asosiasi pariwisata di provinsi terus menguatkan kolaborasi meningkatkan kunjungan wisatawan. Kolaborasi tersebut di antaranya mengintensifkan promosi serta menghadirkan kegiatan-kegiatan berskala nasional di Provinsi Aceh.
"Kegiatan seperti rapat kerja nasional maupun pertemuan berskala nasional turut berdampak pada peningkatan okupansi perhotelan. Dan ini terus kami promosikan di tingkat nasional," katanya.
Selain itu, PHRI Aceh juga mengajak pengelola perhotelan, restoran, maupun pelaku usaha pariwisata dapat memberikan kepuasan dan kenyamanan bagi wisatawan, sehingga memberi respons positif terhadap pariwisata di Provinsi Aceh.
"Mari tingkatkan citra positif terhadap pariwisata Aceh. Sebab, sektor pariwisata memberi dampak banyak terhadap perekonomian masyarakat, tidak hanya perhotelan dan restoran, tetapi juga pelaku UMKM lainnya," kata Andre Leo.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!