Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ringwoodite: Samudera di Perut Bumi yang Simpan Air Tiga Kali Lautan

📅 Kamis, 21 Mei 2026, 07:12 WIB | Oleh:
Ringwoodite: Samudera di Perut Bumi yang Simpan Air Tiga Kali Lautan Doc: Foto : Wikimedia Commons
Ket. Ringwoodit adalah fase mineral utama di zona transisi bawah pada kedalaman 525 hingga 660 km di Bumi. Kristal ringwoodit ini mengandung sekitar satu persen air berdasarkan berat. Jika ringwoodit di mantel mengandung air sebanyak itu, jumlahnya akan lebih dari dua kali lipat jumlah air di seluruh samudra.

SELAMA berabad-abad manusia memandang langit untuk mencari jawaban tentang asal-usul kehidupan dan misteri alam semesta. Teleskop diarahkan ke planet-planet jauh, satelit dikirim menembus atmosfer, dan berbagai misi luar angkasa dilakukan demi menemukan jejak air di luar Bumi. Namun, salah satu penemuan ilmiah paling mengejutkan dalam beberapa dekade terakhir justru datang dari arah yang berlawanan: jauh ke dalam perut planet yang kita pijak setiap hari.

Para ilmuwan menemukan bukti adanya cadangan air raksasa yang tersembunyi ratusan kilometer di bawah permukaan Bumi. Jumlah air tersebut diperkirakan dapat mencapai beberapa kali lipat volume seluruh samudra di permukaan planet. Meski demikian, “samudra” ini bukan berupa laut cair seperti yang kita kenal. Air tersebut tersimpan di dalam struktur mineral bernama Ringwoodite, mineral langka yang hanya dapat terbentuk dalam kondisi tekanan dan suhu ekstrem di mantel Bumi.

Penemuan yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature ini menjadi salah satu tonggak penting dalam ilmu geologi modern karena mengubah cara ilmuwan memahami asal-usul air, evolusi planet, hingga mekanisme yang menjaga Bumi tetap layak dihuni selama miliaran tahun.

Dunia Misterius di Bawah Kerak Bumi

Bagi kebanyakan orang, Bumi mungkin terlihat sederhana: lapisan tanah, lautan, gunung, dan inti panas di bagian tengah. Namun secara ilmiah, struktur Bumi jauh lebih kompleks. Planet ini terdiri dari beberapa lapisan utama, yakni kerak Bumi, mantel, inti luar, dan inti dalam.

Kerak Bumi hanyalah lapisan tipis tempat manusia hidup. Di bawahnya terdapat mantel Bumi, lapisan batuan panas yang membentang hingga kedalaman sekitar 2.900 kilometer. Meski sering dibayangkan sebagai lautan magma cair, sebagian besar mantel sebenarnya berupa batuan padat yang bergerak sangat lambat akibat tekanan dan suhu tinggi.

Di dalam mantel inilah terdapat wilayah penting yang disebut “zona transisi” atau transition zone, terletak pada kedalaman sekitar 410 hingga 660 kilometer di bawah permukaan. Zona ini menjadi salah satu area paling misterius di dalam Bumi karena tekanan di sana bisa mencapai lebih dari 200 ribu kali tekanan atmosfer di permukaan.

Dalam kondisi ekstrem tersebut, struktur atom mineral berubah menjadi bentuk baru yang jauh lebih padat. Salah satu mineral paling penting yang terbentuk di wilayah ini adalah Ringwoodite.

Mineral Langka

Nama Ringwoodite diambil dari geofisikawan asal Australia, Ted Ringwood, yang banyak meneliti struktur mantel Bumi. Mineral ini sebenarnya merupakan bentuk tekanan tinggi dari olivin, mineral hijau yang umum ditemukan di batuan vulkanik.

Yang membuat Ringwoodite sangat istimewa adalah kemampuannya menyimpan air di dalam struktur kristalnya. Namun air yang dimaksud bukan berupa cairan bebas seperti air laut atau air tanah.

Di kedalaman ratusan kilometer, suhu bisa mencapai lebih dari 1.500 derajat Celsius. Dalam kondisi seperti itu, air tidak dapat bertahan sebagai cairan biasa. Sebaliknya, molekul air terpecah dan unsur hidrogennya terperangkap dalam kristal mineral sebagai ion hidroksil.

Secara sederhana, Ringwoodite bertindak seperti spons raksasa pada tingkat atom. Mineral ini mampu “mengunci” air di dalam strukturnya selama jutaan hingga miliaran tahun.

Para peneliti memperkirakan kandungan air dalam Ringwoodite dapat mencapai sekitar 1 hingga 2 persen dari berat total mineral. Angka tersebut mungkin tampak kecil, tetapi jika dikalikan dengan volume zona transisi mantel yang sangat besar, total air yang tersimpan di sana bisa mencapai tiga kali volume seluruh samudra di permukaan Bumi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Persoalan HAM Harus Diseles...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.