Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ringwoodite: Samudera di Perut Bumi yang Simpan Air Tiga Kali Lautan

📅 Kamis, 21 Mei 2026, 07:12 WIB | Oleh:

 “Mendengar” Isi Perut Bumi Lewat Gempa

Selain melalui berlian, ilmuwan juga menggunakan teknologi tomografi seismik untuk mempelajari kondisi di dalam mantel Bumi. Teknik ini bekerja dengan menganalisis pergerakan gelombang gempa bumi. Ketika gempa terjadi, gelombang seismik merambat melewati berbagai lapisan Bumi. Kecepatan rambat gelombang tersebut berbeda-beda tergantung jenis material yang dilewatinya.

Batuan yang mengandung air cenderung memperlambat gelombang seismik dibandingkan batuan kering. Dengan memasang ribuan sensor gempa di berbagai belahan dunia, ilmuwan dapat membuat “peta” struktur bawah permukaan Bumi.

Hasil pemodelan menunjukkan adanya perlambatan signifikan di zona transisi mantel. Temuan itu menjadi indikasi kuat bahwa wilayah tersebut memang mengandung air dalam jumlah besar. Teknik ini sering dianalogikan seperti CT scan pada tubuh manusia. Jika dokter menggunakan gelombang untuk melihat organ tubuh, maka geofisikawan menggunakan gelombang gempa untuk “mengintip” isi ­perut ­Bumi.

Mengubah Pemahaman Tentang Asal Air di Bumi

Penemuan Ringwoodite basah membawa dampak besar terhadap teori pembentukan Bumi dan asal-usul air di planet ini. Selama puluhan tahun, teori populer menyebut bahwa air di Bumi berasal dari komet atau asteroid es yang menghantam planet muda miliaran tahun lalu. Karena Bumi awal terbentuk dalam kondisi sangat panas, banyak ilmuwan menganggap air asli planet kemungkinan telah menguap ke luar angkasa.

Namun keberadaan air dalam mantel memperkuat teori alternatif bahwa sebagian air mungkin memang sudah ada sejak awal pembentukan Bumi. Artinya, air bukan hanya “kiriman” dari luar angkasa, melainkan bagian intrinsik dari material pembentuk planet itu sendiri.

Temuan ini juga membantu menjelaskan mengapa Bumi memiliki jumlah air yang relatif stabil selama miliaran tahun, meski terus mengalami aktivitas vulkanik, tabrakan asteroid, dan perubahan iklim besar.

Selama ini manusia mengenal siklus air sebagai proses penguapan air laut menjadi awan, turun sebagai hujan, lalu mengalir kembali ke laut melalui sungai. Namun para ilmuwan kini percaya bahwa Bumi memiliki siklus air yang jauh lebih besar dan berlangsung sangat lambat, disebut deep water cycle atau siklus air dalam.

Melalui proses subduksi, lempeng samudra yang mengandung air tenggelam masuk ke mantel Bumi. Air kemudian tersimpan di zona transisi melalui mineral seperti Ringwoodite. Selama jutaan tahun, air tersebut dapat kembali ke permukaan melalui aktivitas vulkanik atau pergerakan tektonik. Dengan kata lain, sebagian air yang kita lihat di lautan hari ini mungkin pernah tersimpan jauh di dalam mantel Bumi jutaan tahun lalu.

Penjaga Rahasia ­Keseimbangan Planet

Cadangan air di mantel Bumi diyakini memainkan peran vital dalam menjaga keseimbangan planet. Jika seluruh air di mantel dilepaskan ke permukaan sekaligus, sebagian besar daratan kemungkinan akan tenggelam di bawah lautan global.

Sebaliknya, jika terlalu sedikit air yang tersimpan di mantel, aktivitas geologi dan tektonik Bumi mungkin tidak akan berjalan seperti sekarang. Air membantu batuan mantel tetap “lunak” sehingga lempeng tektonik dapat bergerak. Pergerakan lempeng inilah yang memicu pembentukan gunung, gempa bumi, hingga daur ulang karbon yang membantu menjaga iklim planet tetap stabil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”
    Preview komentar:
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
  • Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan
    Preview komentar:
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
  • Night at Museum Ajak Generasi Muda Pelajari Sejarah dan Budaya dalam Suasana Eksklusif
    Preview komentar:
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Menkes Dorong Dokter Indone...

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

51 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
Megapolitan
Tabrakan Beruntun di Tol Se...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.