Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rapat Paripurna DPR Setujui Evaluasi Perubahan Kedua Prolegnas Prioritas 2026

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 13:43 WIB | Oleh:
Rapat Paripurna DPR Setujui Evaluasi Perubahan Kedua Prolegnas Prioritas 2026 Doc: antara foto
Ket. Wakil Ketua DPR RI Saan Mustop

JAKARTA - Rapat Paripurna DPR RI Ke-15 Masa Sidang V Tahun Persidangan 2025-2026 menyetujui evaluasi Perubahan Kedua Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Tahun 2026 yang dilakukan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI.

Hal itu disetujui setelah Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menanyakan kepada seluruh anggota DPR RI dari perwakilan seluruh fraksi partai politik yang hadir dalam Rapat Paripurna tersebut.

"Persetujuan rapat paripurna ini akan ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang berlaku," kata Saan di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (20/5).

Sementara itu, Ketua Baleg DPR RI Bob Hasan menyampaikan bahwa evaluasi Perubahan Prolegnas Prioritas Tahun 2026 itu merupakan hasil dari rapat kerja yang telah dilakukan Baleg bersama Kementerian Hukum RI dan Panitia Perancang Undang-Undang DPD RI pada tanggal 15 April 2026.

Dia menyampaikan bahwa rapat kerja itu telah menyetujui jumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) yang masuk ke dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2026 menjadi sebanyak 68 RUU. Sedangkan RUU yang masuk ke dalam Prolegnas Jangka Panjang 2025-2029 menjadi sebanyak 198 RUU.

Dia menjelaskan beberapa hasil evaluasi Prolegnas itu, di antaranya RUU tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Omnibus Law) yang semula merupakan usul inisiatif pemerintah menjadi usul inisiatif DPR di dalam perubahan ketiga Prolegnas RUU tahun 2025-2029.

Kemudian, dia menyampaikan Baleg DPR RI juga memasukkan empat RUU sebagai inisiatif DPR dalam perubahan kedua Prolegnas RUU Prioritas tahun 2026 yaitu RUU tentang Penyiaran, RUU tentang Profesi Kurator, RUU tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta RUU tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman.

Selain itu, Baleg DPR RI juga mengganti judul RUU tentang Pelelangan Aset inisiatif DPR menjadi RUU tentang Pelelangan, dan RUU tentang Masyarakat Hukum Adat menjadi RUU tentang Masyarakat Adat.

Kemudian RUU tentang Hukum Acara Perdata, RUU tentang Narkotika dan Psikotropika yang semula merupakan usul inisiatif pemerintah menjadi usul inisiatif DPR.

"Evaluasi Prolegnas RUU Prioritas tahun 2026 tidak membahas dan tidak mencantumkan daftar RUU komulatif terbuka," kata Bob.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Nasional
Gunung Api Erupsi Bersamaan...
Ekonomi
Mahkamah Agung Kukuhkan Kep...

Objek Paling Simetris di Alam Semesta

52 menit yang lalu | Ones

Rona
Objek Paling Simetris di  A...

Dua Pilot Lanud Iswahjudi Berhasil Capai Terbang Solo

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Dua Pilot Lanud Iswahjudi B...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.