Bournemouth Bisa Timbulkan Malapetaka Manchester City
📅 Selasa, 19 Mei 2026, 06:54 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraLONDON - Perburuan gelar Liga Inggris memasuki titik paling menegangkan bagi Manchester City. Laga tandang kontra Bournemouth di Vitality Stadium, Rabu (20/5) dini hari WIB, bukan sekadar pertandingan biasa bagi tim asuhan Pep Guardiola. Hasil laga di pesisir selatan Inggris itu dapat menentukan apakah peluang City mempertahankan mahkota liga masih terbuka hingga pekan terakhir atau justru berakhir lebih cepat.
Tekanan berada sepenuhnya di pundak The Citizens. City tertinggal dua poin dari Arsenal di klasemen. Jika Arsenal mampu menundukkan Burnley, jarak akan melebar menjadi lima poin. Ini membuat City tidak memiliki pilihan selain menang. Hasil imbang apalagi kekalahan akan memastikan gelar melayang ke London Utara.
Situasi ini menghadirkan ironi bagi City. Di satu sisi mereka baru saja mengangkat trofi Piala FA usai mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Wembley. Gelar itu menjadi trofi mayor ke-20 Guardiola bersama City dan menegaskan dominasi mereka dalam satu dekade terakhir. Namun di sisi lain, kegagalan mempertahankan Liga Inggris akan membuat musim mereka terasa kurang sempurna.
Guardiola memahami besarnya tekanan tersebut. Pelatih asal Spanyol itu menegaskan tim asuhannya belum menyerah dan siap membawa perebutan gelar hingga hari terakhir musim. “Kami harus fokus pada tugas sendiri dan tahu yang harus dilakukan,” ujar Guardiola. Dalam situasi seperti ini mentalitas menjadi terpenting.
Rasa optimistis Guardiola didukung performa konsisten tim asuhannya. City datang dengan modal tidak terkalahkan dalam 10 pertandingan terakhir di semua kompetisi dengan sembilan kemenangan. Pertahanan mereka juga kembali solid setelah mencatat empat clean sheet dalam lima laga tandang domestik terakhir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kembalinya Rodri menjadi kabar paling melegakan bagi City. Gelandang Spanyol itu telah pulih dan tampil di final Piala FA. Kehadirannya memberi keseimbangan yang selama ini menjadi fondasi permainan Guardiola. Selain itu, Rayan Cherki diperkirakan kembali menjadi pilihan utama setelah tampil lebih hidup dibanding Omar Marmoush di Wembley.
Meski diunggulkan secara kualitas, City menghadapi lawan yang sedang berada dalam momentum terbaik. Bournemouth mencatat 16 laga tanpa kekalahan di Liga Inggris, rekor terpanjang di kompetisi musim ini. Tim asuhan Andoni Iraola memang terlalu sering bermain imbang pada awal rangkaian tersebut, tetapi kini mereka mulai mengubah konsistensi menjadi kemenangan.
Empat kemenangan dari lima laga terakhir membuat Bournemouth masih memiliki peluang finis di zona Liga Champions. Vitality Stadium pun berubah menjadi salah satu kandang paling sulit ditaklukkan musim ini. Hanya Arsenal dan Everton yang mampu menang di sana sepanjang musim liga berjalan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Iraola juga memiliki cara untuk menyulitkan City. Musim lalu Bournemouth sukses menang 2-1 dalam pertemuan serupa. Walau itu menjadi satu-satunya kemenangan mereka dari 17 laga Liga Primer melawan City, hasil tersebut membuktikan Bournemouth tidak lagi sekadar tim penggembira.
Pertandingan diperkirakan berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Bournemouth akan mengandalkan pressing agresif dan transisi cepat untuk mengganggu penguasaan bola City. Absennya Ryan Christie akibat hukuman kartu merah memang mengurangi kekuatan lini tengah tuan rumah, tetapi Tyler Adams siap mengisi peran tersebut.
City diprediksi tampil menyerang sejak awal laga. Guardiola kemungkinan menurunkan komposisi terbaik karena hampir seluruh pemain inti berada dalam kondisi fit. Erling Haaland tetap menjadi ancaman utama di depan, sementara kreativitas Phil Foden dan Cherki diharapkan mampu membuka ruang di pertahanan Bournemouth.
Namun City juga dibayangi catatan kurang meyakinkan ketika bertandang ke klub-klub pesisir selatan Inggris. Empat lawatan terakhir mereka ke kawasan itu di Liga Inggris gagal menghasilkan kemenangan. Statistik tersebut memperlihatkan bahwa laga di Vitality dapat menjadi ujian psikologis sekaligus teknis bagi sang juara bertahan.
Sementara itu, drama juga terjadi di papan bawah. West Ham United semakin dekat ke jurang degradasi setelah kalah 1-3 dari Newcastle United. Hasil itu membuat Tottenham Hotspur praktis hanya membutuhkan satu poin lagi untuk bertahan di kasta tertinggi. ben/AFP/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!