Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WHO Ungkap 40 Juta Anak Gunakan Produk Tembakau

📅 Minggu, 31 Mei 2026, 00:05 WIB | Oleh:
WHO Ungkap 40 Juta Anak Gunakan Produk Tembakau Doc: Istimewa

JENEWA - World Health Organization (WHO) mendesak penguatan perlindungan terhadap anak-anak dan remaja dari kecanduan produk tembakau dan nikotin. Desakan itu ditujukan kepada pemerintah di seluruh dunia menjelang Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diperingati setiap 31 Mei.

WHO mencatat sedikitnya 40 juta anak berusia 13 hingga 15 tahun di dunia saat ini menggunakan produk tembakau. Organisasi kesehatan dunia itu juga mencatat peningkatan penggunaan rokok elektrik dan kantong nikotin di kalangan generasi muda.

Menurut WHO, industri tembakau dan nikotin terus mengembangkan strategi untuk membuat produk mereka lebih menarik, lebih mudah digunakan, dan lebih sulit ditinggalkan. Taktik tersebut dinilai secara khusus menyasar anak-anak, remaja, dan dewasa muda.

“Tembakau terus membunuh jutaan orang. Namun, perusahaan tembakau besar sedang menciptakan kembali model bisnis mereka," kata Direktur Departemen Penentu Kesehatan, Promosi dan Pencegahan di WHO, Etienne Krug, Sabtu (30/5).

"Mereka terus meraup keuntungan dari rokok yang mematikan bahkan mendorong rokok elektrik beraroma, kantong nikotin, dan produk nikotin lainnya. Di mana bertujuan menjerat generasi berikutnya,” tutur dia.

Krug menegaskan nikotin merupakan zat yang sangat adiktif dan berbahaya, terutama pada konsentrasi tinggi. Risiko tersebut dinilai lebih besar bagi anak-anak dan remaja karena perkembangan otak mereka masih berlangsung.

WHO meminta pemerintah mengambil langkah tegas untuk membatasi paparan produk nikotin kepada generasi muda. Di antaranya, melalui pelarangan produk beraroma, pembatasan iklan dan promosi, serta penguatan kawasan bebas asap rokok dan vape.

“Kami mendorong pemerintah untuk meningkatkan penegakan hukum dan menutup celah regulasi yang memungkinkan produk-produk ini terus menyasar kaum muda. Perlindungan terhadap generasi muda harus menjadi prioritas kesehatan masyarakat,” ujar Krug.

Perhatian khusus diberikan pada kantong nikotin yang kini menjadi salah satu produk nikotin dengan pertumbuhan tercepat di pasar global. WHO menilai produk tersebut dipromosikan secara agresif melalui influencer media sosial dengan pendekatan gaya hidup yang dirancang menarik minat anak muda.

Laporan terbaru WHO menunjukkan sekitar 160 negara belum memiliki regulasi khusus terkait kantong nikotin. Kondisi itu dinilai membuat jutaan orang, terutama generasi muda, belum mendapatkan perlindungan yang memadai dari risiko kecanduan.

WHO menyoroti penggunaan kemasan berwarna cerah, rasa menyerupai permen, serta kampanye pemasaran digital. Hal ini diduga dirancang sebagai strategi untuk menarik pengguna baru.

Organisasi tersebut mengingatkan praktik serupa telah lama digunakan industri tembakau. Dalam hal ini untuk menciptakan ketergantungan terhadap produk-produk yang membahayakan kesehatan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.