Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RI Gandeng Arab Saudi, Sertifikasi Halal Disiapkan Jadi Senjata Dagang

📅 Senin, 18 Mei 2026, 18:55 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dubes Al-Amudi menilai pertemuan dengan BPJPH mempertegas komitmen kedua negara untuk terus memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kerja sama strategis di sektor halal.

Penguatan sinergi antar kedua negara, lanjut dia, diharapkan dapat mendukung peningkatan perdagangan produk halal, memperluas peluang investasi, serta memperkuat posisi Indonesia dan Arab Saudi dalam pengembangan ekosistem industri halal global yang semakin berkembang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Jeritan dari Lebanon: 1,4 J...
Luar Negeri
Campak Menggila di AS hingg...
Luar Negeri
Iran Lancarkan Rudal ke Bah...
Luar Negeri
Negara Teluk Gencarkan Pert...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.