Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pendaki Asal Riau yang Patah Kaki di Gunung Rinjani Berhasil Dievakuasi

📅 Minggu, 17 Mei 2026, 16:45 WIB | Oleh:
Pendaki Asal Riau yang Patah Kaki di Gunung Rinjani Berhasil Dievakuasi Doc: ANTARA/HO-Balai TNGR NTB
Ket. Tim gabungan saat melakukan evakuasi terhadap pendaki asal Jawa Barat yang meninggal dunia di kawasan Gunung Rinjani di Lombok Nusa Tenggara Barat, Jumat (15/5).

LOMBOK TIMUR -- Tim gabungan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) kembali melakukan evakuasi terhadap seorang pendaki asal Riau yang mengalami patah tulang kaki setelah terjatuh di kawasan Gunung Rinjani Lombok saat melakukan pendakian.

"Pendaki bernama Karimus itu harus dievakuasi akibat patah tulang kaki, setelah terjatuh di sekitar puncak Gunung Rinjani," kata Kapolsek Sembalun Polres Lombok Timur Iptu Lalu Subadri di Lombok Timur, NTB, Sabtu.

Ia mengatakan korban dilaporkan terjatuh sedalam 7 meter dari tempatnya beristirahat pada Jumat (15/5). Akibat kejadian tersebut, korban mengalami patah tulang kaki dan tidak dapat berjalan.

“Korban kedua jatuh saat hendak menuju puncak, posisinya sekitar 20–30 meter dari Pos Pelawangan," katanya.

Setelah mendapatkan informasi, tim gabungan dari TNGR, Polsek Sembalun, dan Edelweis Medical Help Center (EMHC) sudah bergerak naik untuk evakuasi.

"Kondisi korban stabil dan sudah diberi logistik serta penanganan awal di lokasi,” katanya.

Ia mengatakan tim rescue masih berupaya mengevakuasi korban patah tulang dari kawasan Pelawangan Sembalun menuju fasilitas medis terdekat.

"Kami mengimbau kepada wisatawan yang melakukan pendakian untuk tetap berhati-hati, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," katanya.

Sebelumnya, juga Petugas gabungan dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) melakukan evakuasi terhadap seorang pendaki bernama Endang Subarna (48) asal Jawa Barat yang dilaporkan meninggal dunia di kawasan Gunung Rinjani.

"Setelah ada informasi, petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan dan evakuasi terhadap korban," kata Kepala Balai TNGR Budy Kurniawan di Mataram, Jumat.

Ia mengatakan peristiwa yang dialami korban bermula ketika melakukan pendakian bersama rombongan melalui pintu pendakian Kandang Sapi Sembalun dengan didampingi porter dan tour organizer, pada Kamis (14/5) pagi hari.

Selanjutnya, korban dan rombongan tiba di pos 4 dan rombongan pendakian istirahat, karena cuaca hujan dengan didampingi 2 guide untuk berteduh.

Sekitar pukul 16.00 Wita hujan reda, kemudian rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pelawangan Sembalun.

"Namun sekitar 15 menit jalan kaki korban membuka jas hujannya dan melanjutkan jalan kaki beberapa langkah korban menunduk, terjatuh pingsan di jalur pendakian," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Ekonomi
Sentimen Global Masih Domin...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.