Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kota Mataram Bagikan Eco Bag untuk Kurangi Kantong Plastik Sekali Pakai

📅 Minggu, 17 Mei 2026, 13:15 WIB | Oleh:
Kota Mataram Bagikan Eco Bag untuk Kurangi Kantong Plastik Sekali Pakai Doc: antara foto
Ket. DLH Kota Mataram bagikan eco bag untuk kurangi kantong plastik sekali pakai.

MATARAM - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), membagi ratusan tas guna ulang atau eco bag secara gratis kepada masyarakat umum, untuk mengurangi limbah penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari tanpa kendaraan (Car Free Day/CFD) Jalan Udayana, Kota Mataram, dengan tagline "Rampas Kantong Plastik" di Mataram, Minggu (17/5).

"Tas guna ulang atau ramah lingkungan yang kami bagi hari ini sebanyak 300 lembar," kata Kepala DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi melalui Sekretaris DLH setempat Irwansyah di sela kegiatan.

Dengan tagline "Rampas Kantong Plastik", kata dia, setiap warga yang berbelanja di CFD dan menggunakan tas plastik diambil petugas dan diganti dengan tas ramah lingkungan.

"Belanjaan mereka yang tadinya menggunakan tas plastik, kami tukar dengan eco bag. Tas plastik mereka, kami ambil dan masukkan ke kantong sampah," katanya.

Menurutnya, penggunaan kantong ramah lingkungan dimaksudkan untuk mengurangi pencemaran lingkungan, melindungi satwa laut dari sampah plastik, mendukung gaya hidup ramah lingkungan, serta mewujudkan Mataram bersih, hijau dan lestari.

Terkait dengan itu, setelah kegiatan pembagian 300 kembar tas ramah lingkungan secara gratis dalam kegiatan CFD, kata dia, ke depan DLH Mataram akan melaksanakan kegiatan serupa di dengan menyasar pasar tradisional.

"Insya Allah, sekitar 8.000 lembar tas ramah lingkungan sudah kami siapkan," katanya.

Denny Cahyadi sebelumnya mengatakan penggunaan tas ramah lingkungan di pasar tradisional, sebagai tindak lanjut dari Peraturan Wali (Perwal) Kota Mataram Nomor 2 Tahun 2023, tentang Larangan Penggunaan Kantong Plastik Sekali Pakai.

Perwal tersebut sudah mulai diberlakukan secara masif pada 1 September 2024 dengan sasaran pertama di pasar-pasar modern.

"Alhamdulillah, untuk penggunaan tas ramah lingkungan di pasar modern sudah berjalan baik. Sekarang, kami sasar pasar tradisional," katanya.

Targetnya, ke depan tidak ada lagi masyarakat yang ke pasar membawa kantong plastik dan tas ramah lingkungan yang akan dibagi secara gratis itu bisa digunakan berkali-kali oleh masyarakat saat berbelanja ke pasar tradisional.

Tas ramah lingkungan tersebut sebagai solusi atau dukungan pemerintah terhadap penerapan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai.

"Penggunaan tas ramah lingkungan, juga dinilai lebih efektif karena selain bisa digunakan berkali-kali juga bisa mengurangi limbah sampah plastik," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Derbi DIY, PSS Versus PSIM Sudah Ditunggu-tunggu

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Derbi DIY, PSS Versus PSIM ...
Advertisement
PT KAI Gelar Promo Diskon Tiket hingga 30 Persen di KAI EXPO 2026

PT KAI Gelar Promo Diskon Tiket hingga 30 Persen di KAI EXPO 2026

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.