Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Demi Kenyamanan Siswa, Malaysia Habiskan 1 Miliar Ringgit untuk Perbaikan Toilet Sekolah

📅 Minggu, 17 Mei 2026, 16:37 WIB | Oleh:
Demi Kenyamanan Siswa, Malaysia Habiskan 1 Miliar Ringgit untuk Perbaikan Toilet Sekolah Doc: Instagram/anwaribrahim_my

KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim bercerita tentang keputusannya memperjuangkan perbaikan toilet sekolah demi kepentingan para pelajar di Malaysia, dengan anggaran mencapai 1 miliar ringgit (sekitar Rp4,4 triliun).

Cerita itu ia utarakan dalam sambutannya dalam Peringatan Hari Guru Nasional Malaysia yang Ke-55 Tahun 2026, di Ipoh, Perak, Malaysia, Sabtu (16/5).

"Kita menghabiskan hampir 1 miliar ringgit. Saya berpikir, mengapa negara menghabiskan 1 miliar ringgit untuk memperbaiki toilet? Karena toilet-toilet itu belum diperbaiki selama 20 tahun. Tapi Alhamdulillah, kita telah bertindak," kata Anwar Ibrahim sebagaimana teks verbatim yang dikutip di Kuala Lumpur, Sabtu.

Anggaran 1 miliar ringgit untuk perbaikan toilet di seluruh sekolah Malaysia itu sudah dikemukakan Anwar Ibrahim pada awal tahun lalu.

Anwar mengatakan dirinya ingin para pelajar belajar tentang kebersihan, nilai-nilai yang baik termasuk pentingnya kebersihan toilet jika akan digunakan untuk mengambil air wudhu.

Berdasarkan penelusuran, Anwar Ibrahim gencar mencermati tentang kebersihan toilet, terutama di sekolah. Dalam berbagai kesempatan isu kebersihan toilet kerap menjadi perhatian Anwar Ibrahim.

Dia pun mengakui pada perayaan Hari Guru tahun lalu, dirinya juga menyinggung soal perbaikan toilet sekolah.

"Jika orang-orang menyebut saya 'Perdana Menteri Toilet', tidak apa-apa, saya tidak peduli. Tapi, bayangkan, anak-anak kita pergi ke sekolah, toiletnya tidak terawat," kata Anwar.

Cerdas dan Bermoral

Dalam kesempatan tersebut Anwar Ibrahim juga menekankan pentingnya sekolah dan perguruan tinggi dalam mengajarkan pendidikan akademik kepada siswa tanpa menghilangkan nilai-nilai moral.

Menurut Anwar, negara tidak aman hanya dengan kecerdasan, sebagaimana disampaikan dalam buku karangan ilmuwan terkemuka Harry Lewis berjudul "Excellence Without A Soul".

Anwar menyampaikan Harry Lewis pernah mengkritik perguruan tinggi terkemuka AS, Universitas Harvard, karena memiliki gedung yang bagus, mahasiswa yang pintar, tetapi tidak tersentuh dengan fakta kemiskinan yang nyata terjadi di luar kampus.

"Kelompok-kelompok yang disebut ghetto, terutama di kalangan orang kulit hitam. Jadi, itu tidak mempengaruhi mereka, tidak menyentuh hati nurani mereka, tidak mengetuk pintu hati mereka sebagai manusia, tidak merasakan apa yang dirasakan anak-anak dan keluarga di luar," kata Anwar.

Oleh sebab itu Anwar menekankan pentingnya mempertahankan nilai-nilai moral, kemanusiaan dan kepedulian dalam pendidikan. Bagi Anwar, sistem pendidikan tidak boleh gagal dalam membentuk nilai-nilai moral. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
PBM Sarana Bandar Nasional ...
Luar Negeri
Hujan Badai Lumpuhkan Mumba...
Ekonomi
SeaBank Catat Lebih dari 13...
Daftar Lengkap Pemenang Miss Jakarta Fair 2026 di Panggung Utama JIEXPO

Daftar Lengkap Pemenang Miss Jakarta Fair 2026 di Panggung Utama JIEXPO

06 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.