Petani Bangkalan Didorong Gunakan Teknologi Modern untuk Tingkatkan Produksi.
📅 Sabtu, 16 Mei 2026, 03:10 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur melakukan modernisasi alat pertanian dan metode tanam sebagai upaya untuk meningkatkan hasil produksi.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim di Bangkalan, Jumat mengatakan, langkah itu dilakukan untuk mendukung program swasembada pangan pemerintah, dan meningkatkan ekonomi petani.
"Sebab, jika produksi meningkat, maka secara otomatis petani juga akan mendapatkan hasil yang maksimal," katanya.
Uji coba modernisasi alat pertanian ini pertama kali diluncurkan di Dusun Kecat, Kelurahan Banjaran, Kabupaten Bangkalan, Jumat.
Bupati yang datang secara langsung pada peluncuran itu mengatakan, bahwa dengan menggunakan alat pertanian modern, maka kerja petani akan lebih ringan dan hasil lebih maksimal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bupati juga ikut mencoba secara langsung proses penanaman padi menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) jenis rice transplanter di lahan sawah milik petani setempat.
Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Pemkab Bangkalan ini sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap percepatan transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern dan efisien.
Bupati Lukman Hakim menjelaskan, pada musim tanam kali ini Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Pertanian mulai mengenalkan metode penyemaian padi menggunakan tray serta penanaman memakai rice transplanter kepada para petani.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, pemanfaatan teknologi tepat guna di sektor pertanian menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas hasil pertanian.
"Upaya ini sangat penting untuk mengarahkan petani konvensional agar mulai memanfaatkan teknologi tepat guna. Contohnya, dengan penanaman padi menggunakan transplanter ini dapat lebih menghemat waktu dan biaya operasional penanaman," ujar bupati.
Selain ikut menanam padi bersama petani, Bupati juga mengajak masyarakat tani untuk bersama-sama mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Bangkalan.
Ia juga menekankan pentingnya membangun industri pertanian dari hulu hingga hilir agar hasil pertanian Bangkalan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah.
"Ke depan hasil panen berupa padi harus bisa terserap untuk kebutuhan lokal, sehingga perputaran ekonomi tetap berada di Bangkalan," katanya.
Bupati juga menyoroti kondisi selama ini di mana hasil panen padi dari Bangkalan banyak dijual ke luar daerah, kemudian setelah diolah menjadi beras kembali dipasarkan di Bangkalan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!