Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kepulauan Solomon Miliki Perdana Menteri Baru

📅 Jumat, 15 Mei 2026, 17:17 WIB | Oleh:
Kepulauan Solomon Miliki Perdana Menteri Baru Doc: AFP

TOKYO - Pemimpin oposisi Matthew Wale terpilih menjadi Perdana Menteri (PM) Kepulauan Solomon, Jumat (15/5), setelah petahana Jeremiah Manele digulingkan melalui mosi tidak percaya pada pekan lalu.

Meskipun sebelumnya dikenal sebagai pengkritik garis keras Tiongkok menjelang penandatanganan perjanjian keamanan luas antara Kepulauan Solomon dan Beijing pada 2022, Wale diperkirakan tidak akan melakukan perubahan besar terhadap hubungan negara Pasifik Selatan itu dengan Tiongkok.

Dalam beberapa tahun terakhir, Wale dinilai mengambil pendekatan lebih pragmatis.

Gubernur Jenderal Kepulauan Solomon David Tiva Kapu mengumumkan di luar gedung parlemen bahwa 26 anggota parlemen memberikan suara untuk Wale dan 22 anggota mendukung mantan menteri luar negeri Peter Shanel Agovaka.

Satu surat suara dinyatakan rusak dan satu anggota parlemen absen dari total 50 anggota parlemen.

Berbicara usai pemungutan suara, Wale meminta publik memastikan pemerintahan baru Solomon tetap akuntabel dan bertanggung jawab. Wale menilai dirinya mulai memimpin di tengah situasi global yang sulit akibat berbagai perkembangan dunia terkini.

"Kami tidak kebal terhadap dampak dari berbagai peristiwa geopolitik ini. Oleh karena itu, pemerintah akan menerapkan disiplin dan pengelolaan yang hati-hati untuk melewati masa sulit ini," kata Wale.

Sementara itu, peneliti Lowy Institute Australia Connor Graham mengatakan kepada Kyodo bahwa perubahan besar dalam hubungan dengan Beijing kemungkinan kecil bisa terjadi di bawah kepemimpinan Wale; meskipun mungkin ada penyesuaian moderat dalam hubungan kedua negara.

"Saya melihat ia akan lebih transparan dan lebih aktif berhubungan dengan mitra, seperti Australia dan Amerika Serikat," kata Graham.

Ia juga menilai Wale mungkin akan menekan Tiongkok untuk membuka isi lengkap pakta keamanan antara kedua negara.

Menurut Graham, Wale kini mengambil pendekatan lebih pragmatis terhadap Tiongkok, di tengah semakin dalamnya keterlibatan Beijing dalam ekonomi Kepulauan Solomon, melalui proyek infrastruktur besar serta keberadaan rutin personel militer dan kepolisian Tiongkok di negara tersebut.

Wale, seorang pria politikus berusia 57 tahun itu, pertama kali terpilih menjadi anggota parlemen melalui pemilihan sela pada 2008 dan menjadi pemimpin oposisi setelah pemilu 2019. Dia sempat maju sebagai calon perdana menteri setelah pemilu 2024, namun kalah dari Manele.

Terpilihnya Wale itu mengakhiri kebuntuan politik yang dimulai ketika belasan menteri pemerintah membelot ke kubu oposisi pada Maret lalu.

Meskipun koalisi baru telah menguasai mayoritas anggota parlemen, Manele menolak memanggil kembali parlemen untuk menggelar mosi tidak percaya hingga akhirnya diperintahkan melakukannya oleh Mahkamah Tinggi dan Pengadilan Banding negara tersebut. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.