Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KBRI Gerak Cepat Upayakan Penanganan WNI Korban Tenggelam di Malaysia

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 17:18 WIB | Oleh:
KBRI Gerak Cepat Upayakan Penanganan WNI Korban Tenggelam di Malaysia Doc: ANTARA/Shutterstock
Ket. Ilustrasi - Kapal tenggelam di tengah cuaca buruk.

KUALA LUMPUR -- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur bergerak cepat untuk mengupayakan penanganan terhadap para warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Perak, Malaysia.

KBRI dalam pernyataan yang diterima ANTARA di Kuala Lumpur, Selasa, menyampaikan telah melakukan komunikasi dengan Pihak Polis Maritim Malaysia, utamanya terkait penanganan WNI yang menjadi korban kecelakaan itu.

KBRI Kuala Lumpur menerima informasi kapal tersebut diduga ditumpangi oleh 37 WNI. Dari jumlah tersebut, diperoleh informasi 23 WNI ditemukan selamat dan sisanya 14 orang lagi masih dalam pencarian oleh Tim SAR Malaysia.

Saat ini, KBRI terus memantau perkembangan terkait operasi Tim SAR Malaysia.

Di samping itu, KBRI Kuala Lumpur juga sedang mengajukan permohonan akses kekonsuleran kepada pihak otoritas untuk menemui seluruh penumpang WNI yang selamat.

Sebelumnya Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA), Negara Bagian Perak, menyatakan masih melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) menyusul insiden tenggelamnya kapal yang diduga membawa Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) warga negara Indonesia, di perairan Pulau Pangkor.

Direktur Maritim Negara Bagian Perak, Kepten Maritim Mohamad Shukri bin Khotob mengatakan pihaknya menerima laporan insiden kapal tenggelam pada Senin (11/5) sekitar pukul 05.30 pagi dari seorang nelayan setempat yang menemukan para korban terapung di laut dan meminta bantuan.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Operasi SAR segera dilakukan pada pukul 06.00 pagi dengan mengerahkan KM GAGAH serta BENTENG 1203 untuk melaksanakan upaya pencarian dengan bantuan instansi terkait seperti Pasukan Polis Marin (PPM), Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM), serta komunitas nelayan setempat.

Hasil penyelidikan awal menyebut keseluruhan PATI yang berada di atas kapal tersebut sebanyak 37 orang.

Hingga saat ini, sebanyak 23 korban berhasil diselamatkan sementara sisanya masih belum diketahui keberadaannya dan operasi SAR masih terus dilakukan secara intensif.

Seluruh korban yang berhasil diselamatkan dibawa ke Dermaga PPM Kampung Acheh, Perak, sebelum diserahkan kepada pihak berwenang untuk penyelidikan lebih lanjut di IPD Manjung.

Kepten Maritim Mohd Shukri bin Khotob menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengintensifkan operasi pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.