Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci, Jamaah Haji Harus Waspadai Tanda-tanda Dehidrasi

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 14:00 WIB | Oleh:
Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci, Jamaah Haji Harus Waspadai Tanda-tanda Dehidrasi Doc: AFP
Ket. Jamaah menggunakan payung untuk melindungi diri dari terik matahari saat tiba di kaki Gunung Arafat, yang dikenal sebagai Jabal al-Rahma atau Gunung Rahmat, saat musim haji pada 15 Juni 2024.

JAKARTA - Dokter spesialis gizi klinik mengingatkan jamaah haji Indonesia untuk mewaspadai tanda-tanda dehidrasi ketika beraktivitas di tengah cuaca panas ekstrem di Kota Suci Makkah dan Madinah di Arab Saudi.

"Tanda-tanda dehidrasi itu sebenarnya lemas, kemudian kalau misalnya yang sebelum lemas mungkin kita bisa lihat warna kencing kita itu warnanya apa," kata Dr. dr. A. Yasmin Syauki, M.Sc., Sp.GK(K), MHPE, Selasa (12/5).

Dosen di Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Hassanudin itu mengatakan warna urine dapat menjadi indikator awal kondisi hidrasi tubuh.

"Ketika dia warnanya pekat, maka kemungkinan kita dehidrasi. Jadi sudah tidak terlalu kuning, bukan kuning jernih, jadi kuningnya pekat, maka itu sudah mengalami dehidrasi," katanya.

Dokter spesialis gizi klinik yang lain, dr. Pande Putu Agus Mahendra, M.Gizi, Sp.GK dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, sebelumnya menyampaikan bahwa dehidrasi bisa ditandai dengan gejala seperti tubuh lemas, rasa limbung, nyeri kepala, mual, dan pandangan buram.

Kalau mendapati tanda-tanda dehidrasi, maka anggota jamaah haji dianjurkan untuk segera meningkatkan asupan cairan agar kondisinya tidak semakin parah.

"Kita segera menambah asupan cairan kita untuk menghindari respons dehidrasinya," kata dr. Yasmin.

Selain berisiko mengalami dehidrasi, ia mengatakan, jamaah haji berpeluang mengalami sengatan panas saat beraktivitas dalam cuaca panas ekstrem.​​​​​

"Heatstroke itu berarti panas yang tidak bisa dikendalikan oleh tubuh, sehingga kita seperti sesak napas, kemudian pusing," katanya.

"Kemudian tubuh kita tidak bisa melakukan kompensasi, itu langsung tiba-tiba bisa sesak, lemas, pusing," ia menambahkan.

Guna mencegah dampak paparan panas, ia menyarankan jamaah haji memakai pelindung kepala saat beraktivitas di luar ruangan.

Karena hawa panas bisa masuk ke dalam tenda, ia melanjutkan, jamaah haji bisa menggunakan kain atau kanebo basah untuk mengurangi dampak panas ketika berada di dalam tenda di Mina.

"Dengan membasahi kanebo dengan air sehingga kepala kita suhunya tetap dingin, tidak panas," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Sejarah Besar! Akhirnya Ada Orang Indonesia yang Berlaga di Liga Champions!!!

Sejarah Besar! Akhirnya Ada Orang Indonesia yang Berlaga di Liga Champions!!!

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.