Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bertemu Xi Jinping, Trump akan Bahas Penjualan Senjata AS ke Taiwan

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 08:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bertemu Xi Jinping, Trump akan Bahas Penjualan Senjata AS ke Taiwan Doc: Al Jazeera
Ket. Presiden AS Donald Trump menyapa Presiden Tiongkok Xi Jinping sebelum pertemuan bilateral di Pangkalan Udara Gimhae di Busan, Korea Selatan, pada 30 Oktober 2025

WASHINGTIN - Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Senin (11/5), ia siap membahas penjualan senjata AS ke Taiwan selama kunjungannya ke Beijing minggu ini. Ia mengisyaratkan bahwa kedekatan pribadinya dengan Presiden Xi Jinping akan mencegah invasi Tiongkok ke pulau tersebut. 

Gedung Putih mengatakan Trump akan membawa serta para eksekutif top AS, termasuk Elon Musk dan Tim Cook dari Apple, dalam perjalanan yang diperkirakan akan sangat fokus pada harapan presiden AS untuk meningkatkan perdagangan.

Tiongkok mengatakan pihaknya berharap dapat mencapai stabilitas yang lebih besar antara dua ekonomi terbesar di dunia selama kunjungan yang berlangsung dari Rabu hingga Jumat (13-15/5), kunjungan pertama presiden AS sejak Trump berkunjung pada tahun 2017.

Ketika ditanya apakah AS harus terus menjual senjata ke Taiwan, yang merupakan sumber ketegangan utama bagi Beijing, Trump tidak menjawab secara langsung tetapi mengatakan: "Saya akan membahas hal itu dengan Presiden Xi."

"Presiden Xi ingin kita tidak melakukannya, dan saya akan membahas hal itu. Itu salah satu dari banyak hal yang akan saya bicarakan," katanya kepada wartawan di Ruang Oval.

Trump, setelah menyinggung invasi Russia ke Ukraina, mengatakan tentang Taiwan, "Saya rasa itu tidak akan terjadi."

"Saya rasa kita akan baik-baik saja. Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Presiden Xi. Beliau tahu saya tidak ingin hal itu terjadi," katanya.

Namun Trump juga mencatat bahwa Amerika Serikat "sangat, sangat jauh" dibandingkan dengan Tiongkok.

Kongres Dukung Taiwan 

Amerika Serikat hanya mengakui Beijing, tetapi berdasarkan hukum domestik diwajibkan untuk menyediakan senjata untuk pertahanan Taiwan, sebuah negara demokrasi yang memerintah sendiri yang dianggap Tiongkok sebagai negaranya sendiri.

Berdasarkan "Enam Jaminan" tahun 1982, yang merupakan landasan utama kebijakan AS terhadap Taiwan setelah peralihan pengakuan, Amerika Serikat menyatakan tidak akan "berkonsultasi" dengan Beijing mengenai penjualan senjata ke pulau tersebut.

Trump telah lama mengkritik sekutu-sekutunya karena tidak cukup berinvestasi dalam pertahanan mereka sendiri. Beberapa hari sebelum perjalanannya ke Tiongkok, parlemen Taiwan pada hari Jumat menyetujui rancangan undang-undang pengeluaran pertahanan sebesar $25 miliar, meskipun jumlah tersebut lebih rendah dari usulan pemerintah.

Merujuk pada pemungutan suara di parlemen, sekelompok senator AS yang dipimpin oleh Jeanne Shaheen, Demokrat terkemuka di Komite Hubungan Luar Negeri Senat, mengatakan Trump harus segera menyetujui paket persenjataan senilai $14 miliar untuk Taiwan.

"Kami mendesak Anda dan tim Anda untuk memperjelas bahwa dukungan Amerika untuk Taiwan tidak dapat diganggu gugat," tulis para senator, yang sebagian besar adalah Demokrat tetapi termasuk dua senator sentris dari Partai Republik Trump .

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.