Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RI Tekankan Kolaborasi Energi Bersih di Asean

📅 Senin, 11 Mei 2026, 06:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Tekankan Kolaborasi Energi Bersih di Asean Doc: istimewa

JAKARTA – Di tengah me­ningkatnya kebutuhan energi dan tantangan perubahan iklim global, negara-negara Asean mulai menatap sumber energi bersih sebagai masa de­pan kawasan. Hamparan sinar matahari di wilayah tropis, alir­an sungai-sungai besar, hingga potensi angin di kawasan pesi­sir menjadi kekuatan baru yang diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi seka­ligus menjaga keberlanjutan lingkungan. 

Bagi Indonesia dan ne­gara-negara di Asia Tenggara, transisi menuju energi baru terbarukan bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah strategis untuk membangun ketahanan energi kawasan dan menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata.

Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap­kan subkawasan memi­liki potensi yang sangat besar untuk mengem­bangkan energi baru terbarukan, mulai dari tenaga air, surya, angin, hingga lahan subur yang belum di­manfaatkan secara optimal. Potensi tersebut, merupakan salah satu modal utama dalam mendukung transisi energi di subkawasan.

“Pertanyaannya adalah apa­kah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, te­tapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi Asean,” kata Presiden dalam pidato­nya di di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East Asean Growth Area (BIMP-EAGA) di Cebu, Filipina, Kamis (7/5) waktu setempat.

Prabowo mendo­rong langkah konkret negara anggota forum untuk memper­cepat pengembangan energi bersih di kawasan Asean. Be­berapa langkah yang disoroti antara lain pengembangan te­naga air Kalimantan, perluasan proyek energi surya di Pala­wan, serta pemanfaatan energi angin di wilayah pesisir.

Presiden turut mencontoh­kan sejumlah langkah yang tengah dijalankan Indonesia dalam mempercepat pengem­bangan energi surya. “Transisi energi kita sedang melaju de­ngan kecepatan penuh. Kita te­ngah membangun (pembang­kit listrik) tenaga surya 100 GW,” ujar Presiden.

Buat Klaster

Sementara itu, usai men­dampingi Presiden Prabowo dalam KTT BIMP-EAGA, Men­teri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Laha­dalia mengungkapkan konfe­rensi ini mengesahkan doku­men BIMP-EAGA Vision (BEV) 2035, yang merupakan kerang­ka strategis yang diadopsi pada KTT ke-16 Mei 2025 untuk menjadikan kawasan Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Filipi­na lebih tangguh, inklusif, ber­kelanjutan, dan kompetitif se­cara ekonomi Visi ini berfokus pada penguatan konektivitas, transformasi pariwisata, dan pembangunan ekonomi.

Untuk mewujudkan visi tersebut, empat negara BIMP-EAGA juga membuat sejum­lah klaster yang berfokus pada sektor pembangunan tertentu, termasuk Power and Energy Infrastructure Cluster (PEIC), di mana Indonesia menjadi Ketua PEIC pada periode 2022-2025.

“Hasil dari klaster ini me­liputi proyek interkoneksi jaringan listrik, proyek energi terbarukan, elektrifikasi pede­saan, dan program efisiensi energi serta konservasi energi. Program ini akan memperkuat kolaborasi subregional, se­hingga masyarakat di daerah remote area mampu mengak­ses energi dengan harga yang terjangkau untuk kesejahtera­an yang lebih baik,” ujar Bahlil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Tragedi Mesir: 9 Anak Tewas...
Megapolitan
Catet! Anugerah Jurnalistik...
MK Tolak Pilkada Lewat DPRD, Rakyat Tetap Pilih Langsung

MK Tolak Pilkada Lewat DPRD, Rakyat Tetap Pilih Langsung

02 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.