Polisi dan PLN Bongkar Dugaan Pencurian Listrik Ilegal di Tambun Selatan
📅 Kamis, 02 Jul 2026, 16:35 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Personel Satuan Pengamanan Objek Vital (Satpamobvit) Polres Metro Bekasi melakukan pengamanan dan pengawalan terhadap petugas PLN ULP Tambun yang menindak dugaan pencurian arus listrik di kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan petugas gabungan tersebut melakukan pemutusan aliran listrik ilegal di sebuah rumah toko (ruko) yang berlokasi di Perumahan Puri Cendana, Kecamatan Tambun Selatan, pada Selasa (30/6).
"Kegiatan tersebut berawal dari laporan petugas catat meter PLN yang mencurigai adanya pemakaian listrik yang tidak sesuai ketentuan di lokasi tersebut," kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Berdasarkan kecurigaan tersebut, petugas PLN kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh dengan didampingi oleh anggota Polri demi memastikan keamanan di lapangan.
Dari hasil pemeriksaan di ruko tersebut, petugas menemukan adanya pelanggaran berupa sambungan listrik ilegal tiga fasa yang tidak melalui meteran resmi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas PLN dengan pendampingan anggota Polri, ditemukan adanya sambungan listrik ilegal tiga fasa di ruko tersebut," ujarnya.
Atas temuan pelanggaran Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) itu, petugas PLN langsung mengambil tindakan tegas berupa pemutusan aliran listrik seketika.
Selain melakukan pemutusan, petugas juga menyita sejumlah barang bukti yang digunakan untuk melakukan penyimpangan arus listrik tersebut.
"Petugas kemudian melakukan pemutusan aliran listrik dan mengamankan sejumlah barang bukti berupa kabel serta peralatan lainnya ke Kantor PLN ULP Tambun," kata Budi.
Pihak PLN ULP Tambun dengan didampingi anggota Pamobvit Polres Metro Bekasi kini telah resmi membuat laporan polisi ke Polres Metro Bekasi untuk proses hukum lebih lanjut.
Kendati demikian, Budi menjelaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan dan belum merinci total kerugian maupun rincian teknis alat yang digunakan pelaku.
"Belum diketahui apa temuan tersebut," kata Budi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!